GBPUSD Bertahan Di Atas Level 1.2800 Di Tengah Terpuruknya Dolar AS

Baca artikel di situs FBS

GBPUSD cukup meyakinkan pasar yang melanjutkan kenaikan setelah berhasil menembus ke atas level 1.2800 pada Kamis (28/12/2023) di tengah dolar AS yang terus mencatat pelemahan. Pasar saat ini memperkirakan lebih dari 88% penurunan suku bunga The Fed mulai Maret 2024. Ekspektasi ini membuat dolar AS terus terpuruk menyusul imbal hasil obligasi AS juga mengalami penurunan. Sementara sikap Bank of England (BoE) bersikeras untuk mempertahankan biaya pinjaman pada level 5,25% untuk beberapa waktu juga berperan dalam kenaikan GBPUSD.

Pasangan GBPUSD memperpanjang kenaikannya untuk hari kelima berturut-turut yang berhasil menembus di atas angka 1.2800 selama jam perdagangan Asia pada hari Kamis. Penurunan tekanan inflasi pada ekonomi AS dan komentar dovish dari pejabat Federal Reserve (Fed) telah menyeret dolar AS yang terus mencatat level terendahnya dan memberikan dukungan pada kenaikan GBPUSD, yang saat ini diperdagangkan di sekitar level 1.2810.

Menguatnya GBPUSD tak lepas dari Greenback yang terus menghadapi bawah tekanan karena para pelaku pasar yang mengantisipasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan segera memangkas suku bunga. Pasar juga saat ini memperkirakan lebih dari 88% penurunan suku bunga mulai Maret 2024, menurut CME Fedwatch, dengan lebih dari 150 basis poin (bps) penurunan suku bunga yang diperkirakan di sepanjang tahun depan.

Di sisi lain, Bank of England (BoE) mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga bank sentral masih dari kata dekat. BoE mempertahankan suku bunga untuk pertemuan ketiga berturut-turut dan bersikeras untuk mempertahankan biaya pinjaman di level 5,25% untuk beberapa waktu. Para pembuat kebijakan bank sentral sebelumnya mengatakan bahwa masih masih terlalu dini untuk membicarakan penurunan suku bunga. Namun, para pelaku pasar memperkirakan penurunan suku bunga kemungkinan akan terjadi di tahun depan, dengan penurunan pertama akan di bulan Mei.

Di tengah suasana musim liburan dan perdagangan yang tipis, sentimen risiko kemungkinan akan menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan GBPUSD, bahkan hingga Tahun Baru. Pada hari ini, pasar hanya akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS, di antara nya Klaim Pengangguran mingguan awal AS, Neraca Perdagangan, dan Pending Home Sales bulan November.

Analisa Teknikal GBPUSD

GBPUSD 28122023.jpg

Setelah berhasil menembus level 1.2800, pasangan GBPUSD masih bertahan di atas level tersebut dan sejauh ini diperdagangkan di sekitar level 1.2805 dengan pergerakan yang cukup tipis. Penembusan harga di atas level 1.2810 berpotensi membawa pasangan Cable ini naik menuju level 1.2815 hingga ke level 1.2820. Persilangan antara Simple Moving Average (SMA)100 yang menembus ke atas SMA200, dapat dijadikan indikasi keberlanjutan tren Bullish GBPUSD untuk jangka Panjang. Hal ini didukung dengan indikator Relative Strength Index yang bertahan di area Overbought. Tapi, potensi koreksi pasangan ini juga dapat terjadi, melihat RSI yang terlihat sedikit turun dan mencoba menembus garis 70 yang menandai area Overbought. Penurunan GBPUSD lebih lanjut yang diikuti dengan penembusan RSI di bawah garis Overbought mengindikasikan koreksi pasangan ini.

Jika GBPUSD mampu bertahan dan melanjutkan kenaikan, membuka peluang BUY yang dapat dipertimbangkan di level 1.2813 dengan target profit di level 1.2818/1.2824. Sebaliknya, respons untuk koreksi dan kembali turun ke bawah level 1.2800 membuka peluang SELL yang dapat dipertimbangkan di level 1.2798 dengan target profit di level 1.2794/1.2788.

Mulai Trading Sekarang-2.png

Aries Nugroho

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.