Outlook Dolar AS: Menakar Kekuatan Greenback Di Tengah Berbagai Sentimen

Baca artikel di situs FBS

Dolar AS menunjukkan kekuatannya minggu lalu dimana para trader dan investor menjadi 'salah langkah' untuk memulai minggu ini. Inflasi harga konsumen mungkin mencatat kenaikan yang relatif ringan, menekan kegelisahan pasar dengan suku bunga yang melonjak ke level tertinggi 52 minggu. Meskipun angka indeks dolar AS mencetak kenaikan mingguan pada hari Kamis dan Jumat pekan lalu, kenaikan tersebut sangat tipis karena reli Greenback terhenti di awal pekan ini.

Sampai dengan saat ini, para pelaku pasar masih terus mengantisipasi atas kemungkinan satu kenaikan suku bunga lagi oleh Federal Reserve (Fed) di akhir tahun ini, menyusul data yang dirilis oleh University of Michigan pada Jumat akhir pekan lalu menunjukkan, Ekspektasi Inflasi AS satu tahun mencatat kenaikan menjadi 3,8% dari laporan bulan lalu di 3,2%, dengan ekspektasi inflasi AS dalam lima tahun ke depan naik dari 2,8% menjadi 3%. Sementara itu, dalam laporan awal Indeks Sentimen Konsumen yang juga dirilis University of Michigan turun menjadi 63,0 dibandingkan laporan sebelumnya 68,1, angka ini jauh di bawah ekspektasi 67,4.

Sebelumnya, Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan AS yang dirilis pada Kamis pekan lalu, masih bertahan di angka 3,7% angka yang sama dengan laporan bulan lalu dan di atas perkiraan pasar yakni turun menjadi 3,6%. Sementara inflasi bulanan di bulan September tercatat turun menjadi 0,4% dari laporan sebelumnya 0,6% di atas ekspektasi untuk penurunan 0,3%. Sementara Inflasi Inti bulanan bertahan di angka 0,3%.

Meningkatnya kekhawatiran inflasi di pasar yang lebih luas membuat investor mengantisipasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan terdorong untuk melakukan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir 2023, dan dapat membuat "dot plot" Fed bergeser lebih jauh mengenai kapan siklus penurunan suku bunga yang telah diantisipasi dapat dimulai, sementara, komentar dovish dari para pejabat Fed sebelumnya akan menjadi pertimbangan para pelaku pasar, apakah akan mengacuhkannya dan tetap mengantisipasi kenaikan suku bunga tambahan atau menjadi pertimbangan para trader untuk lebih berhati-hati.

Para pelaku pasar, sepanjang pekan ini akan dihadapkan dengan beberapa data ekonomi dan peristiwa penting yang akan memengaruhi pergerakan dolar AS, di antara nya data bulanan penjualan ritel dan penjualan ritel inti untuk bulan September yang masing-masing diperkirakan melambat menjadi 0,3% dan 0,2% setelah keduanya tumbuh sebesar 0,6% di bulan Agustus. Jika kedua data ini melampaui ekspektasi, maka akan mendorong dolar AS menguat. Namun jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, dengan penurunan penjualan ritel, artinya hal ini sejalan dengan harapan Fed dalam upaya mengembalikan inflasi mencapai target 2%. Hal ini akan menjadi pertimbangan Fed apakah akan kembali menaikkan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.

Selanjutnya, pada hari Kamis, data klaim tunjangan pengangguran Mingguan AS yang diperkirakan meningkat menjadi 210 ribu pengajuan dari pekan laporan di pekan lalu sebesar 209 ribu pengajuan, juga akan memengaruhi dinamika pergerakan dolar AS. Selanjutnya, data penjualan rumah hunian AS diperkirakan mengalami penurunan, yang menunjukkan bahwa pasar perumahan terus mendingin. Dilanjutkan dengan pidato ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang menjadi fokus utama pasar. Jika Powell memberikan nada yang Hawkish terkait kondisi ekonomi, inflasi dan suku bunga, akan mendorong dolar AS akan menguat.

Analisa Teknikal Indeks Dolar AS

USD 17102023.jpg

Indeks dolar AS secara teknikal, masih dalam tren Bullish yang sempat terjadi koreksi penurunan di pekan awal Oktober. Namun, jika dilihat lebih seksama, pada timeframe H4 death cross yang terjadi antara Simple Moving Average (SMA)50 yang menembus ke bawah SMA100 menjadi indikasi potensi dolar AS melanjutkan penurunannya. Indikasi ini akan menjadi selaras, dengan pergerakan Relative Strength Index yang semakin mendekati level 50. Penembusan di bawah level ini dapat dijadikan konfirmasi kelanjutan tren bearish indeks dolar AS. Penurunan dolar AS berimbas pada perdagangan greenback terhadap mata uang mayoritas dan komoditi termasuk bullion dan minyak mentah.

Indeks dolar AS ini akan menghadapi level krusial terlebih dahulu di level 106,25 sebelum turun lebih lanjut penembusan di bawah level ini akan membawa indeks dolar AS menuju level support terdekatnya di level 105,87, jika berhasil menembus ke bawah level krusial lainnya di 106,00 dengan level support selanjutnya di level 105,48. Sebaliknya, jika death cross gaga ditembus, indeks dolar akan rebound dan bergerak naik menuju level resistance terdekatnya di level 106,68. Penembusan ke atas level ini, indeks dolar AS berpotensi naik menuju level resistance selanjutnya di level 107,12.

Mulai Trading Sekarang-2.png

Aries Nugroho

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.