Turkish Troubles

Baca artikel di situs FBS

Negara Turki memang sedang menjadi fokus para pelaku pasar. Sejak tahun 2002 Turki memang sudah bermasalah dengan stabilitas nilai tukar , defisit transaksi berjalan, neraca pembayaran dan fiskal. Konsolidasi masalah keuangan ini tentunya membawa Turki kepada pembiayaan dengan mata uang asing seperti US Dollar. Pertumbuhan eonomi negara Turki cukup baik karena negaranya melakukan pembenahan besar besaran dengan menyiapkan ekonomi untuk mendorong sector industry. Selain itu Turki melakukan peningkatan barang substtusi import. Ini semua berhasil karena pemerintahnya melakukan disiplin pembiayaan untuk menjaga defisitnya. Keadaan perekonomian yang baik disuatu negara tentunya tidak serta merta mendapat pujian dari rakyatnya atau negara lain, sehingga pada tahun 2016 pemerintah sah Turki dikudeta walaupun kudeta tersebut, dapat digagalkan. Sebagai imbasnya ada pendeta asal Amerika yang disinyalir ikut menjadi pemberontak disaat kudeta terjadi. Pendeta Andrew Brunson sudah tinggal di Turki selama 20 tahun dan mengatakan dia tidak bersalah.

Penangkapan warga Amerika tersebut membuat  Trump marah dan tentunya pasar langsung bereaksi disaat perang verbal antara Trump dan Erdogan mulai meruncing. Dari data pertumbuhan ekonomi diatas maka terlihat jelas bahwa dengan penggunaan dana asing, maka ketergantungan pembiayaan sangat bergantung dengan kurs mata uang asing terutama US Dollar. IMF tentunya tidak dapat bergerak banyak mengingat banyaknya hutang yang timbul karena pihak perbankan swasta dan bukan pemerintah. Pendanaan keuangan dengan mengandalkan hutang luar negeri dengan mata uang asing oleh pihak swasta tentunya sangat riskan jika pemerintah tidak memberika regulasi yang kuat. Dan kita sudah mengetahui bahwa negara yang banyak berhutang saat ini adalah Yunani , Cyprus, Italia , Argentina , Malaysia, dan Pakistan. Para pelaku pasar masih melihat kedepannya efek masalah Turki ke beberapa negara diatas yang merupakan negara yang mempunyai potensi dengan masalah hutang.

EROPA

Resiko menyebarnya gagal bayar Turki akan menyebabkan banyak negara eropa akan mengalami kebangkrutan. Keadaan ini tentunya membuat perbankan eropa menjadi sangat beresiko kedepannya jika Trump dan Erdogan tidak dapat duduk bersama untuk membicarakan masalah geopolitik kedua negara ini.

Target penurunan EURUSD 1.1280 an dengan koreksi maksimal 1.1430 an

eurusd 14 agustus.png

Reza Aswin

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.