Kekuatan mata uang

Baca artikel di situs FBS

Bagaimana cara memilih mata uang yang akan diperdagangkan hari ini? Anda dapat menggunakan kalender trading dan mencari peristiwa yang berpengaruh untuk menemukan instrumen untuk diperdagangkan. Selain itu, analisis teknis dapat memberi Anda petunjuk tentang aset yang menjanjikan. Bukan hanya itu saja, dalam artikel ini, Anda akan mengetahui tentang kekuatan mata uang dan cara membuat trading Anda lebih berbasis data dengan indikator sederhana ini.

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui apa itu kekuatan mata uang, Currency Strength Meter (CSM), cara menghitung kekuatan mata uang, dan cara menggunakannya dalam berbagai jenis analisis. Contoh yang disediakan akan membantu Anda memahami topik ini dengan lebih baik, dan mulailah menggunakan pengetahuan baru ini seletah membaca artikelnya.

Poin-poin Utama

  1. Kekuatan mata uang mengukur kekuatan relatif sebuah mata uang dibandingkan dengan mata uang lainnya dan memengaruhi nilai tukar.
  2. Currency Strength Meter (CSM) adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan masing-masing mata uang melalui faktor fundamental atau pergerakan relatif dari satu mata uang terhadap mata uang lainnya.
  3. Kekuatan mata uang dihitung berdasarkan data fundamental atau data harga.
  4. Kekuatan mata uang berfungsi sebagai indikator ekonomi penting yang memberikan wawasan tentang kondisi finansial dan stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menggunakan data ini untuk menentukan kebijakan moneter.
  5. Analis teknis menggunakan indikator kekuatan mata uang untuk mengidentifikasi tren di pasar Forex.

Apa itu Kekuatan Mata Uang?

Kekuatan mata uang mengukur kekuatan relatif sebuah mata uang dibandingkan dengan mata uang lainnya dan memengaruhi nilai tukar. Mata uang yang kuat memiliki permintaan yang tinggi, nilainya meningkat, dan memiliki ekonomi yang stabil, sedangkan mata uang yang lemah nilainya menurun dan dikaitkan dengan ekonomi yang tidak stabil.

Anda dapat memandang kekuatan mata uang sebagai indikator yang mencerminkan berbagai faktor yang berkaitan dengan sebuah mata uang, seperti data fundamental, kinerja ekonomi secara keseluruhan, dan suku bunga. Untuk menghitung kekuatan mata uang, trader biasanya membandingkan sebuah mata uang dengan mata uang lainnya menggunakan keranjang (basket) yang sudah ditentukan sebelumnya, seperti Indeks Dolar AS (DXY). Anda dapat membaca lebih lanjut tentang Indeks Dolar AS di kanal Telegram kami.

Apa itu Currency Strength Meter (CSM)

Currency Strength Meter (CSM), atau Pengukur Kekuatan Mata Uang, adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan masing-masing mata uang. CSM menampilkan kekuatan relatif setiap mata uang secara real-time, yang memungkinkan trader dan investor mengidentifikasi dengan cepat mata uang mana yang menguat atau melemah.

CSM biasanya menunjukkan kekuatan setiap mata uang dalam skala 0 hingga 10, dengan angka yang lebih tinggi mengindikasikan mata uang yang lebih kuat. CSM dapat digunakan dalam berbagai cara, seperti menentukan pasangan mata uang mana yang hendak diperdagangkan, atau sebagai sinyal untuk masuk dan keluar dari trade. Di bagian selanjutnya, kita akan mempelajari bagaimana kekuatan mata uang dihitung dan digunakan sebagai indikator ekonomi.

Sumber: https://currencystrengthmeter.org/

Bagaimana Cara Menghitung Kekuatan Mata Uang?

Terdapat dua jenis penghitungan kekuatan mata uang: berdasarkan fundamental atau data harga. Biasanya, kekuatan mata uang yang berbasis harga dihitung dari DXY (Indeks Dolar AS), yang menjadi referensi indeks mata uang lainnya. Jika suatu pasangan mata uang (misalnya NZDUSD) mengalami tren naik, Anda dapat menentukan apakah ini terjadi karena NZD menguat atau USD melemah. Untuk menghitung indikator, biasanya digunakan mata uang mayor karena mewakili hingga 90% dari keseluruhan volume pasar Forex.

Penghitungan berdasarkan fundamental diukur dengan menggabungkan berbagai laporan ekonomi utama, seperti GDP, PMI, CPI, dan suku bunga. Anda dapat mengamati data ini secara real-time menggunakan kalender ekonomi kami.

Meskipun dapat menghitung sendiri, trader biasanya tidak menganalisis kekuatan mata secara manual, tetapi menggunakan CSM. Currency Strength Meter membandingkan setiap persilangan antara mata uang mayor (USD, GBP, EUR, CHF, JPY, CAD, NZD, dan AUD) dan menghasilkan kekuatan mata uang relatif.

Metode penghitungan bervariasi, tetapi sering kali meliputi pembobotan berbagai faktor, pembuatan indeks, dan normalisasi hasil ke skala 0 hingga 10. Namun, sifat subjektif dari penghitungan ini membuatnya dapat bervariasi tergantung pada metode dan sumber data yang digunakan. Namun demikian, CSM menawarkan perspektif real-time sehingga membantu trader untuk bekerja lebih baik.

Sejumlah perusahaan membuat pengukur kekuatan mata uang mereka sendiri yang menampilkan kekuatan relatif setiap mata uang selama 24 jam terakhir. Terkadang pengukur ini menampilkan perbandingan satu mata uang terhadap mata uang lain, yang pada dasarnya hanya menampilkan kinerja setiap pasangan mata uang. Pengukur yang lain menggabungkan semua pasangan yang terkait dengan suatu mata uang untuk menampilkan kekuatan mata uang tersebut secara keseluruhan. Informasi ini biasanya disajikan dalam format “heat map”, atau terkadang dalam bentuk grafik garis. Contoh pengukur tersebut ditampilkan di bawah ini.

Kekuatan mata uang dalam bentuk “Heat map”

Kekuatan Mata Uang sebagai Indikator Ekonomi

Kekuatan mata uang berfungsi sebagai indikator ekonomi penting yang memberikan wawasan tentang kondisi finansial dan stabilitas ekonomi suatu negara. Mata uang yang kuat biasanya dikaitkan dengan ekonomi yang stabil, inflasi rendah, dan suku bunga, yang kesemuanya itu menarik bagi investor asing dan trader. Sebaliknya, mata uang yang lemah sering kali dikaitkan dengan ekonomi yang tidak stabil, inflasi tinggi, dan suku bunga tinggi. Misalnya, jika mata uang suatu negara lemah, hal itu mungkin mengindikasikan bahwa negara tersebut sedang menghadapi gejolak ekonomi yang menghambat investasi asing.

Memahami kekuatan mata uang dapat memberikan informasi penting bagi bank sentral yang menggunakan data tersebut untuk menyesuaikan risiko dan nilai tukar. Kekuatan mata uang merupakan faktor penting bagi siapa pun yang terlibat aktif dalam pasar valuta asing karena menunjukkan tentang apa yang sebenarnya terjadi di antara berbagai mata uang.

Terkadang, kekuatan mata uang dapat menunjukkan tren jangka panjang yang akan sangat berpengaruh terhadap ekonomi dunia. Setiap trader forex berpengalaman menggunakan kekuatan mata uang dalam strategi trading, meskipun mereka tidak benar-benar membuka CSM. Pemahaman intuitif terhadap kekuatan mata uang tetap penting bagi para pelaku pasar.

Indikator Kekuatan Mata Uang dalam Analisis Teknis

Analis teknis menggunakan indikator kekuatan mata uang untuk mengidentifikasi tren di pasar Forex. Terdapat berbagai metode pengukuran kekuatan mata uang, termasuk Absolute Currency Strength (ACS) dan Relative Currency Strength (RCS).

Absolute Currency Strength (ACS)

Absolute Currency Strength (ACS), atau Kekuatan Mata Uang Absolut, memberikan nilai pada setiap mata uang berdasarkan kekuatan mata uang itu sendiri, tanpa mempertimbangkan hubungannya dengan mata uang lain. Misalnya, nilai yang tinggi untuk dolar AS dalam pengukuran ACS mengindikasikan bahwa dolar AS kuat, terlepas dari kekuatan relatifnya terhadap mata uang lain.

Trader menggunakan berbagai indikator untuk menghitung nilai ACS, seperti data ekonomi, kebijakan bank sentral, stabilitas politik, dan sentimen investor. Semakin tinggi nilainya, semakin kuat mata uang tersebut.

Relative Currency Strength (RCS)

Sebaliknya, Relative Currency Strength (RCS), atau Kekuatan Mata Uang Relatif, mengukur kekuatan suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Misalnya, jika GBP kuat dibandingkan AUD, nilai RCS GBP akan lebih tinggi dibandingkan nilai RCS AUD.

Untuk menghitung RCS, trader (atau perusahaan) memetakan nilai tukar melalui berbagai rumus dan menghitung selisihnya. Jika nilai tukar mata uang pertama lebih tinggi dibandingkan mata uang kedua, berarti mata uang yang pertama lebih kuat. Jika sebaliknya, mata uang kedua yang lebih kuat.

Analis teknis sering kali menggunakan indikator kekuatan mata uang dan indikator teknis lainnya, seperti garis tren dan moving average, untuk mengidentifikasi tren mata uang.

Ringkasnya, indikator kekuatan mata uang memiliki berbagai manfaat dalam analisis teknis. Jika kekuatan relatif membantu trader membandingkan dua mata uang, kekuatan absolut menunjukkan situasi pasar secara keseluruhan.

Bagaimana Cara Trading dengan Kekuatan Mata Uang?

Trading dengan kekuatan mata uang meliputi beberapa langkah. Pertama, trader melihat CSM untuk mengidentifikasi apa yang akan diperdagangkan dan ke mana arahnya. Kemudian, trader dapat menggunakan beberapa strategi untuk memanfaatkan kekuatan mata uang, seperti:

1. Trading Pasangan: Ini meliputi trading pasangan mata uang ketika mata uang yang lebih kuat dipasangkan dengan mata uang yang lebih lemah. Misalnya, jika dolar AS kuat dan euro lemah, trader dapat menjual (sell) pasangan EURUSD.

2. Trading Korelasi Positif: Dalam strategi ini, trader harus menemukan dua pasangan mata uang yang bergerak dengan arah yang sama dan memperdagangkan keduanya ke arah yang sama pula. Misalnya, jika AUSUSD dan EURUSD berkorelasi positif, trader dapat menjual kedua pasangan mata uang ini ketika dolar AS sedang kuat.

3. Trading Korelasi Negatif: Trader perlu menemukan dua pasangan yang bergerak dengan arah berlawanan dan memperdagangkan keduanya ke arah yang berlawanan pula. Misalnya, jika GBPUSD dan EURUSD berkorelasi negatif, trader dapat menjual satu pasangan mata uang dan membeli pasangan lainnya ketika dolar AS sedang kuat.

Perlu diingat bahwa meskipun kekuatan mata uang dapat menjadi alat yang bermanfaat, ini tidak serta-merta menjamin keberhasilan. Trader harus selalu mempertimbangkan berbagai faktor dan memiliki rencana manajemen risiko.

Alasan Trading dengan Laporan Kekuatan Mata Uang di FBS

Sebagai broker Forex terkemuka, FBS memungkinkan Anda untuk trading puluhan pasangan mata uang yang berbeda, termasuk semua mata uang mayor (USD, GBP, EUR, CHF, JPY, CAD, NZD, dan AUD), ditambah mata uang eksotis seperti TRY, CNH, SGD, dan MXN.

Dengan melihat CSM, Anda dapat memutuskan apakah akan membeli atau menjual pasangan tertentu. Bersama FBS, Anda dapat mengambil keputusan dengan lebih baik, membuka order yang akan dieksekusi dengan sangat cepat, dan menikmati keuntungan dari spread yang ketat serta berbagai macam instrumen trading.

Kekuatan mata uang adalah faktor penting bagi siapa pun yang terlibat dalam pasar Forex, dan dapat memberikan informasi penting tentang stabilitas ekonomi dan kondisi finansial suatu negara. Trader dapat membuat keputusan berbasis data dan meningkatkan performa trading mereka dengan alat ini. Analis teknis juga dapat menggunakan indikator kekuatan mata uang untuk mengidentifikasi tren di pasar.

Jadilah yang terdepan dalam trading dengan menggunakan kekuatan mata uang ke dalam strategi trading Anda!

Mulai trading

Diperbarui • 2023-02-16

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.