Strategi scalping mudah

Baca artikel di situs FBS

Scalping mungkin terdengar seperti kata yang menakutkan di benak orang biasa. Namun, trader menemukan banyak peluang tersembunyi di balik maknanya. Dalam trading, scalping sepenuhnya berbeda dari kulit kepala manusia (human scalp). Sebaliknya, Anda mengambil "potongan" keuntungan pada perubahan harga yang kecil. Scalping diartikan sebagai gaya trading jangka pendek yang membantu untuk mencari keuntungan dari perubahan harga kecil sesering mungkin dalam satu hari. Para ahli mendefinisikan scalping sebagai pendekatan trading yang berisiko, yang mengharuskan trader mengawasi grafik sepanjang hari. Oleh karena itu, seorang scalper harus memiliki mental baja dan mengikuti pasar dengan hati-hati. Sangat penting untuk mengetahui tips tentang manajemen risiko serta menempatkan titik entri dan stop loss dengan benar. Dalam scalping, pemula yang terlalu percaya diri akan gagal jika mereka tidak memiliki algoritme dalam memasuki pasar. Kali ini, kami akan membantu Anda dalam topik ini dan berbagi beberapa strategi scalping yang efektif.

Kegunaan strategi scalping

Seberapa bermanfaatkah strategi scalping forex? Pertama-tama, scalping membutuhkan aturan masuk & keluar yang ketat, manajemen uang, instrumen trading, dan kerangka waktu. Oleh karena itu, jika strategi diuji dan trader mengikuti algoritme secara akurat, mereka memiliki peluang tinggi untuk berhasil. Kedua, scalping membantu mendapatkan hasil yang cepat dalam waktu singkat. Jika seorang trader tidak sabar dalam trading pada rentang waktu yang lebih tinggi, scalping adalah pilihan alternatif yang menjanjikan. Ketiga, scalping membantu meminimalkan risiko overnight karena semua trade harus ditutup dalam satu hari. Terakhir, scalping melatih mental trader! Jika menguasai keahlian scalping, trader akan belajar cara tetap fokus terhadap modal mereka. Dengan cara ini, trader akan tetap tenang bahkan ketika ada masalah yang muncul.

Bagaimana cara kerja scalping dalam trading?

Ada tiga elemen penting yang dibutuhkan oleh strategi scalping. Itu adalah analisis teknis, kecepatan trading, dan konsistensi. Konsep dasar dalam scalping adalah trading aset likuid dengan spread ketat beberapa kali dalam satu hari. Trader memberikan perhatian penuh pada grafik dan menemukan pergerakan kecil di pasar. Karena perubahan kecil dalam harga terjadi secara teratur, scalper tidak pernah beristirahat saat membuat keputusan trading.

Trader memiliki pendekatan yang berbeda untuk scalping, bukan hanya "beli rendah, jual tinggi". Salah satu yang paling terkenal disebut trading impuls. Ketika trader mengikuti impuls, mereka menunggu pemicu yang menggerakkan aset. Ini dapat berupa berita politik atau ekonomi dan peristiwa yang mengguncang pasar. Scalper terus memantau potensi penggerak pasar dan memeriksa kalender ekonomi sebelumnya. Tujuan utama trader adalah menemukan pergerakan signifikan di pasar dan menutup posisi setelah momentum memudar.

Tipe kedua dari scalping didasarkan pada kedalaman pasar yang menunjukkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Tidak seperti metode scalping lainnya, metode ini tidak memerlukan grafik atau indikator. Seorang scalper hanya perlu memantau harga bid dan ask di jendela kedalaman pasar. Dengan menganalisis jumlah order, mereka memprediksi perkiraan kecepatan perubahan dalam keseimbangan antara penawaran dan permintaan, serta memperkirakan arah harga. Perlu disebutkan bahwa gaya ini lebih cocok untuk trading saham, bukan forex. Karena pasar forex sangat likuid, hampir tidak mungkin untuk mengumpulkan semua data tentang order.

Terkadang scalper menggabungkan trading impuls dengan analisis kedalaman pasar. Kelemahan dari sistem ini adalah lebih memakan waktu.

Range trading adalah pendekatan lain ketika scalper mengikuti harga dalam kisaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Ada juga pendekatan yang banyak digunakan di kalangan trader kripto. Pendekatan ini disebut arbitrase. Trader mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga dengan membeli dan menjual aset yang sama di pasar yang berbeda.

Berbagai sumber juga mengklasifikasikan scalping berdasarkan kecepatan trading. Ada scalping frekuensi tinggi, scalping jangka menengah, dan scalping konservatif.

Scalping frekuensi tinggi biasanya dieksekusi melalui robot trading atau expert advisor, karena posisi ditahan tidak lebih dari satu menit. Scalping jangka menengah mengacu pada strategi trading aktif dengan 5-10 menit per trade, sementara scalping konservatif mengacu pada 30 menit per trade.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, scalping adalah gaya trading yang berisiko. Apakah lebih sulit daripada day trading? Mari kita bandingkan kedua gaya trading tersebut!

Strategi scalping vs. day trading

Scalping dan day trading memiliki beberapa kesamaan. Kedua gaya trading ini mengharuskan trader untuk menutup posisi dalam satu hari. Namun, day trader biasanya melakukan trading pada rentang waktu H1-H4. Seorang day trader juga mencoba mengikuti tren jangka panjang dan menyeimbangkan risiko mereka. Biasanya, day trader membuka sejumlah kecil trade harian.

Di sisi lain, scalper fokus pada kerangka waktu M1-M15 serta menanggung risiko yang lebih tinggi dan ukuran trade yang lebih besar. Mereka dapat membuka puluhan atau ratusan trade dalam satu hari.

 

Scalping

Day Trading

Tipe akun

 ECN, Standard

 Standard, Micro, Cent

Rentang waktu

 M1-M30

 H1-H4

Intensitas

 10-100 trade/hari

 1-5 trade/hari

Risiko

 Tinggi

 Medium

Ukuran trade

 Besar

 Menyesuaikan risiko

Ringkasnya, mari kita lihat daftar periksa scalper.

Daftar periksa Scalper:

  • trading pada kerangka waktu kecil (M1, M5, M15);
  • menyukai risiko dan mencurahkan banyak waktu untuk trading;
  • trading selama pasar volatil atau sibuk;
  • menyukai ukuran posisi yang lebih besar untuk memaksimalkan keuntungan dari trade jangka pendek.

Jika Anda menjawab "ya" lebih dari dua kali, Anda adalah seorang scalper! Sedangkan jika Anda menjawab "ya" hanya sekali, Anda mungkin perlu mempertimbangkan pendekatan ini. Namun demikian, strategi trading forex yang akan kami jelaskan di bawah ini mudah dimengerti. Kami yakin siapa pun dapat mencobanya dan melihat seberapa efektif strategi ini.

Strategi #1 – Scalping 5 Menit

Elemen kunci:

  • Rentang waktu: H1, M5.
  • Pasangan mata uang: likuid dengan spread ketat (EURUSD, GBPUSD, USDCHF, USDJPY).
  • Indikator: EMA 8 dan 21.

Algoritma skenario “beli”

  1. Pertama, kita perlu mengonfirmasi bahwa tren sedang naik. Untuk melakukan itu, kita buka grafik H1 kemudian masukkan EMA 8 dan 21. Untuk melakukannya, buka MetaTrader dan klik "Insert" – "Indicators" – "Trend" – "Moving Average."
  2. Untuk skenario "beli", kita perlu melihat tren naik. Untuk mengonfirmasi tren ini, EMA 8-periode harus berada di atas 21-periode. Moving average tidak boleh saling bersilangan.
  3. Sekarang kita buka M5.
  4. Kita menunggu candlestick menyentuh EMA 8-periode di bagian bawahnya. Ini adalah pemicu kita.
  5. Kita perlu menemukan candlestick tertinggi di antara kelima candlestick yang muncul sebelum batang (bar) pemicu.
  6. Order beli ditempatkan pada titik tertinggi candle ini. Stop loss sama dengan level terendah batang pemicu.
  7. Tempatkan take profit pertama pada jarak yang sama dengan jarak antara entri dan stop loss. Jika tren H1 tetap kuat dan Anda cukup percaya diri, Anda dapat menggandakan profit dan menutup posisi pada jarak dua kali lebih besar dari jarak antara entri dan stop loss.

Mari kita lihat contoh pada grafik USDJPY. Pada H1, kita dapat melihat bahwa harga bergerak dalam tren naik. Exponential Moving Average (EMA) 8-periode bergerak di atas 21-periode.

Сhart of USDJPY, H1 for buy scenario.png

Kita beralih ke M5 dan menunggu candlestick untuk menguji EMA 8-periode dengan bayangan bawahnya. Ketika candlestick pemicu muncul, ada lima candlestick dari batang pemicu. Pilih candlestick dengan puncak tertinggi. Buka posisi beli di 150,286. Tempatkan order "buy stop" di titik puncak candlestick tertinggi. Stop loss ditempatkan di titik terendah batang pemicu di 150,271, sementara level take profit ditetapkan di:

149,783 - 149,748 = 0,035

TP1 = 149,783 + 0,035 = 149,818

TP2 = 149,818 + 0,035 = 149,853

 Сhart of USDJPY, M5 for buy scenario.png

Pada grafik di bawah ini, Anda dapat melihat bagaimana trade dilakukan.

Chart of USDJPY, complete buy trade.png

Algoritma skenario “jual”

Di sisi lain, mari kita lihat langkah-langkah untuk membuka posisi jual.

  1. Pada H1, EMA 8-periode harus berada di bawah 21-periode. Ini mengonfirmasi tren turun. Ingat, seperti halnya skenario "beli", moving average tidak boleh saling bersilangan.
  2. Kemudian perhatikan grafik M5.
  3. Tunggu candlestick menyentuh EMA 8-periode pada titik puncaknya. Ini adalah pemicu kita.
  4. Kita perlu menemukan candlestick terendah di antara lima candlestick yang muncul sebelum batang pemicu.
  5. Order jual ditempatkan pada titik terendah candlestick ini. Stop loss ditetapkan pada titik tertinggi dari batang pemicu.
  6. Take profit pertama sama dengan ukuran stop loss. Yang kedua dua kali lebih besar dari jarak antara entri dan stop loss.

Pada grafik H1 EURUSD, terlihat bahwa pasangan ini bergerak dalam tren turun. EMA 8-periode bergerak di bawah 21-periode.

Сhart of EURUSD, H1 for sell scenario.png

Buka grafik M5 dan tunggu batang pemicu. Setelah muncul, ada lima candlestick dari pemicu. Pilih satu dengan titik terendah. Ini adalah order jual kami yang berada di 0,97525. Stop loss ditempatkan di titik tertinggi dari batang pemicu di 0,97661. Level take profit dihitung sebagai berikut:

0,97661 - 0,97525 = 0,00136

TP1 = 0,97661 - 0,00136 = 0,97389

TP2 = 0,97389 - 0,00136 = 0,97253

Сhart of EURUSD, M5 for sell scenario.png

Mari kita lihat trade jual.

Сhart of EURUSD, complete sell trade.png

Semuanya bekerja dengan sempurna!

Strategi #2 – Scalping Emas

Strategi kedua adalah untuk mereka yang suka trading emas dan ingin belajar bagaimana cara scalping logam mulia. Ingatlah bahwa ini memerlukan Anda untuk sepenuhnya memperhatikan grafik.

Elemen kunci:

  • Rentang waktu: M1
  • Aset: emas, perak
  • Indikator: Williams Percent Range, Cepat (9) dan Lambat (54) dengan 30-periode dan 70-periode

Algoritma skenario “beli”

Anda perlu membeli ketika osilator lambat dan cepat menembus di atas -30. Tutup posisi Anda ketika osilator cepat (9) meninggalkan zona. Stop loss berada beberapa poin di bawah level support di dekatnya.

Algoritma skenario “jual”

Anda perlu membuka posisi jual ketika osilator lambat dan cepat menembus di bawah -70 serta menutup posisi ketika osilator cepat meninggalkan zona tersebut. Stop loss ditempatkan beberapa poin di atas level resistance di dekatnya.

Di bawah ini, Anda dapat melihat contoh order beli. Kita membuka posisi ketika osilator lambat dan cepat berada di atas level -30 di 1621,16 serta menutup posisi di 1625,59 ketika osilator cepat melewati level -30 ke sisi bawah. Level 1619 menandai stop loss kita.

Сhart of XAUUSD, M1 for buy scenario.png

Kelebihan dan kekurangan dari scalping

Seperti halnya gaya trading lainnya, scalping memiliki kelebihan dan kekurangan. Akan lebih baik jika Anda memahaminya, sehingga dapat sepenuhnya menyadari tentang risiko yang mungkin Anda hadapi.

Kelebihan

  • Profitabilitas.
  • Peluang memanfaatkan perubahan harga kecil.
  • Pengambilan keputusan yang fleksibel.
  • Risiko pasar rendah.
  • Strategi non-direksional.
  • Dapat dengan mudah diotomatisasi.

Kekurangan

  • Biaya transaksi tinggi.
  • Membutuhkan leverage yang besar.
  • Memakan waktu.
  • Perlu banyak transaksi per hari.

 

Pertanyaan tentang Scalping dalam Trading

Apakah Scalping dalam Trading Legal?

Scalping dalam trading sepenuhnya legal. Namun, beberapa broker mungkin tidak mengizinkannya karena membuka banyak trade dalam waktu singkat dapat membebani sistem broker. Beberapa yurisdiksi melarang scalping, sehingga ini menjadi pertimbangan penting bagi scalper saat memilih broker. FBS memiliki akses ke platform ECN (Electronic Communication Network) melalui akun ECN. FBS menyambut para scalper dan siap memberikan transaksi yang cepat, biaya yang lebih rendah, tidak ada batasan order terbuka & order tertunda, dan banyak penyedia likuiditas. Mekanisme ECN bersifat transparan dan memberikan informasi harga komprehensif kepada broker, yang membantu mencegah manipulasi.

Apakah Scalping dalam Trading Menguntungkan?

Scalping dapat memberikan hasil yang menjanjikan ketika trader secara ketat mengikuti algoritme strategi trading dan memastikan bahwa keuntungan Anda menutupi biaya. Sangat penting untuk melakukan backtest pada strategi trading yang ingin Anda gunakan untuk scalping sebelum mencobanya di situasi nyata.

Bagaimana Cara Memulai Scalping dalam Trading?

Untuk memulai trading scalping dengan FBS, trader harus mengikuti empat langkah sederhana. Pertama, trader harus memilih akun. Untuk scalping, disarankan untuk memilih akun ECN yang tersedia di platform MT4. Kedua, trader perlu memilih strategi trading scalping yang tepat atau membangun sistem trading mereka. Jika trader ingin mencoba scalping, strategi scalping 5 menit cukup bagus digunakan. Ketiga, sangat penting untuk menghitung ukuran trade. Terakhir, trader harus memilih instrumen, menetapkan rentang waktu, dan memeriksa berita, yang dapat mempengaruhi pengaturan mereka. Semoga berhasil!

Baca lebih lanjut

FBS Analyst Team

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.