Moving Average crossover sebagai alat teknikal

Baca artikel di situs FBS

Dasar-dasar analisis teknikal

Jumlah instrumen dalam analisis teknikal sangat banyak. Dan ini bukan karena keragaman cara yang disusun ataupun proses yang ditunjukkan secara teknikal. Melainkan karena ketersediaan beberapa fitur tertentu yang ditambahkan ke dalam kompleksitas yang sama secara matematis. Alhasil, kompleksitas ini memproduksi berbagai macam instrumen dengan nama yang berbeda namun memiliki fungsi yang sama atau serupa secara umum. 

Grafik di bawah membagi analisis teknikal ke dalam tiga kelompok, di antaranya yang paling banyak dibutuhkan adalah "Indikator". Umumnya, trader sangat mengandalkan indikator, baik itu hanya satu indikator ataupun beberapa. Hal ini memiliki hubungan secara psikologis, yakni penjelasan rasional mengenai kinerja pasar yang sulit dipahami, dan trader terbujuk untuk meyakini bahwa indikator dapat memprediksi pergerakan arah pasar. Walaupun sebagian besar memang demikian, tapi permasalahannya adalah tak seorang pun tahu kapan indikator akan memprediksi dengan benar atau salah. Sinyal palsu merupakan musuh utama dari setiap indikator, tanpa pengecualian. 

11.png

Persimpangan keramat

Sementara itu, salah satu alat teknikal yang paling impresif adalah crossover MA. Namun, karena lebih cocok untuk observasi jangka panjang, indikator ini jarang muncul. Seandainya muncul pun, itu mungkin karena pertanda akan adanya peristiwa yang mengerikan. Bencana pasar saham AS pada tahun 1929, 1938, 1974 dan 2008 merupakan sejarah kelam yang dapat diprediksi secara efektif oleh death cross ini. Oleh karena itu, bagi mereka yang menggunakan instrumen ini pada masa itu mungkin sudah bisa meraup hasil enam digit dari pembukaan transaksi setelah merespons indikasi ini. Mungkin saja, ada yang benar-benar melakukannya, kita tidak tahu. Jadi, seperti apa sebenarnya "death cross" ini? Dan bagaimana cara kerjanya?

Fungsi internal

Ada dua jenis: "death cross" bearish dan "golden cross" bullish. Keduanya memiliki komposisi yang sama: moving average jangka pendek dan jangka panjang. Ketika MA jangka pendek memotong MA jangka panjang dari atas ke bawah, maka ini merupakan indikasi bearish; saat MA jangka pendek memotong MA jangka panjang dari bawah ke atas, maka ini adalah sinyal bullish.

Umumnya, moving average jangka pendek dijadikan sebagai MA-50, dan MA jangka panjang sebagai MA-200. Namun, ini bisa saja berbeda dari satu strategi ke strategi yang lain. Ada juga yang menjadikan MA-16 atau MA-26 sebagai lawan dari MA-350. 

Logikanya di sini adalah sebagai berikut. Moving average jangka pendek lebih dekat dengan pergerakan harga aktual. Hanya saja, ia menghilangkan market noise dari performa harga yang tersaji. Jadi, alih-alih untuk melihat rangkaian naik dan turun yang acak, Anda memiliki gambaran yang baik dari kurva moving average jangka pendek. Moving average jangka panjang bukan merepresentasikan kenaikan harga, melainkan menunjukkan perubahan strategis pada level harga yang tersandar selama beberapa bulan dan tahun. 

Dengan demikian, MA jangka pendek yang diatur berlawanan dengan MA jangka panjang merupakan pergerakan harga aktual dan terbaru yang diukur terhadap gambaran strategisnya. Asumsinya ialah bahwa jika pergerakan harga terbarunya bergerak terlalu jauh dari tinjauan historisnya, berarti sesuatu yang sangat serius sedang terjadi di pasar dan memiliki potensi akan terjadinya perubahan yang signifikan. Jika gambaran jangka pendek secara signifikan lebih baik daripada gambaran jangka panjangnya–berarti jika MA jangka pendek memotong MA jangka panjang dari bawah ke atas–pasar memiliki potensi besar untuk bullish. Sebaliknya, jika dinamika historisnya berada di posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan momen saat ini, misalnya, MA-50 memotong MA-200 dari atas ke bawah, maka bear diyakini siap untuk melawan. 

Jadi, logikanya cukup sederhana, dan dari sudut pandang aplikasi juga mudah digunakan. Anda cukup memplot MA pada grafik, mengamati persimpangannya, dan menyesuaikan tindakannya. Tapi, seberapa andalkah metode ini secara umum? Berapa probabilitasnya?

Kesempatan kecil

Pada tabel di bawah ini, kami menyajikan 10 perusahaan publik dari berbagai bidang. Melalui pengamatan grafik harian untuk tahun 2018 dan 2019, kami mendapatkan jumlah total persimpangan MA-50 ke MA-200. Setelah itu, kami menghitung jumlah "prediksi yang benar" yang dibuat oleh persimpangan ini dalam jangka menengah. Dalam hal ini, kami hanya melakukan pengamatan bilamana harga benar-benar bergerak naik dalam jangka menengah setelah "golden cross" dan turun setelah "death cross".

111.png

Seperti yang Anda lihat, dari total 30 persimpangan MA-50 sampai MA-200 di 10 perusahaan sepanjang tahun 2018-2019, hanya 11 yang membuahkan hasil. Dengan kata lain, jika mengandalkan metode ini saja, seorang trader akan memiliki peluang menang sekitar 33% yang mana juga tampak redup. Memang, secara teknis, trader cenderung akan kehilangan uangnya jika mengandalkan instrumen ini saja. Lalu apa masalahnya kemudian?

Waktu 

Permasalahannya ialah bahwa metode moving average crossing ini bertumpu pada performa moving average. Sedangkan moving average itu sendiri merupakan indikator tertinggal (lagging). Artinya, saat harga bergerak, moving average hanya akan bereaksi setelahnya; semakin singkat jangka waktunya, semakin cepat ia bereaksi. Jadi pada intinya, apa pun langkah yang ditempuh moving average merupakan cerminan dari langkah yang telah dilalui harga pada beberapa waktu yang lalu. "Waktu yang lalu" di sini sangatlah penting. 

Pertama, dibutuhkan waktu untuk menangkap momen di situ MA-50 dan MA-200 berpotongan. Sebagai seorang trader kritis, Anda sebaiknya tidak terburu-buru dalam mengambil tindakan seketika Anda melihatnya berpotongan. Anda perlu menunggunya hingga mereka benar-benar menetap dan mengonfirmasi waktu dari penempatan yang diamati. Kedua, dibutuhkan waktu untuk membuka transaksi: menempatkan stop loss, take profit, dan level jual/beli. Dan ketiga, dibutuhkan waktu untuk menutup posisi, dan jika Anda mengikuti cara praktis umum terkait penggunaan MA-50 dan MA-200, Anda hanya akan memiliki grafik harian – artinya, posisi Anda akan ditutup dalam beberapa hari kemudian. Jadi, dari momen pengamatan moving average memotong sampai momen ketika Anda menutup transaksi, mungkin dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sepanjang periode tersebut, intensitas yang menggerakkan pasar untuk membuat persimpangan MA-50 dan MA-200 mungkin telah hilang dan berbalik. Artinya, momen saat order Anda ditutup mungkin terjadi ketika pasar bergerak lama ke arah yang berlawanan.

Jadi, permasalahannya di sini adalah waktu. Namun, ia memiliki solusi parsial, yakni Anda bisa menggunakan metode "death/golden cross" dengan cukup efektif, asalkan tidak digunakan pada fluktuasi harga yang kuat dan tidak dengan instrumen trading yang fluktuatif. 

Ini cukup logis: Anda harus memilih saham atau pasangan mata uang yang sekiranya tidak terlalu sering berubah sentimen, tapi seandainya begitu, biasanya terjadi "sekali dan selamanya". Jika memang demikian kasusnya, Anda akan memiliki peluang bagus di mana ketika Anda mengamati persimpangan MA, atur transaksi Anda dan kemudian tutup posisi Anda, pasar masih akan bergerak ke tempat di situ Anda melihat "death/golden cross" untuk pertama kalinya. 

Tidak hanya itu, solusi lainnya adalah untuk meminimalkan waktu agar posisi Anda tetap terbuka. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko besar saat stop loss Anda tercapai karena pasar telah berubah arah. Implikasinya ialah Anda menahan diri dari pemerasan profit secara maksimum: kita cenderung memperpanjang posisi demi menambah profit, tapi kenyataannya kita sering kali malah menerima hukuman atas keserakahan semacam ini. Oleh karenanya, moderasi sangatlah penting. 

Contoh

Grafik harian di bawah ini menunjukkan performa harga saham HP pada akhir 2018 hingga awal 2019. 

Titik A menunjukkan "death cross" yang jelas. Namun tampak jelas hanya setelah kita melihatnya dari momen waktu yang jauh di depan untuk memiliki gambaran secara utuh. Jika Anda berada di sana pada momen persimpangan yang tepat, Anda akan melihat MA-50 yang membuat sudut dengan MA-200, dan itu sudah cukup, Anda tidak perlu mengambil tindakan apa pun.

Dalam kehidupan nyata, kecuali jika Anda adalah seorang risk-taker yang berlebihan, Anda tidak perlu mengambil tindakan pada titik A, tapi Anda harus ingat bahwa Anda perlu kembali ke grafik ini untuk memastikan bahwa tren benar-benar turun.

Persis saat sampai di titik B. Anda melihat grafik, Anda melihat harga mencatatkan penurunan ke level $19.20 dan kemudian naik ke $21.50. Selain itu, Anda melihat pelebaran gap antara MA-50 dan MA-200 setelah mereka membentuk "death cross". Sehingga, Anda berpikir: "Baiklah, kita mempunyai death cross, tren strategis turun, dan koreksi lokal ke atas; Di sini saya akan jual karena koreksi ini akan segera berakhir, dan saya akan mengamati trennya akan berlanjut turun – saya akan menjumpainya di sana". Jadi, Anda melakukan aksi jual pada 10 Januari. Dan hingga 28 Februari Anda tidak melihatnya sama sekali selain kenaikan yang stabil. Titik C: Anda kehilangan dana Anda, kesal saat Anda melihat "death cross" dan memutuskan untuk tidak akan lagi menggunakan metode ini.

Lalu, Anda penasaran membuka grafik harian HP – dan ini hanya untuk mengetahui bahwa harga pada akhirnya turun ke area $19.20 dan bahkan di bawahnya. Di situlah penutupan posisi seharusnya dilakukan. Tapi, ini akan memakan waktu berbulan-bulan. 

Contoh ini cukup kontroversial. Di satu sisi, "cross death" memang memberikan prediksi yang benar – harga akhirnya turun juga. Namun seberapa praktis skenario yang "benar" ini (yang hanya 33% dari semua kasus) untuk trader yang tidak ingin membuka posisi selama berbulan-bulan dengan membayar swap?

12.png

Prediksi

Ini adalah permasalahan lain, yang lebih mendasar dari metode ini. Moving average merupakan indikator yang mencerminkan hal-hal yang telah terjadi. Jadi, sama sekali tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. 

Pada skenario observasi, secara teknis, "death cross" di titik A muncul sebagai hasil dari penurunan harga sebelumnya dari di atas $24 per saham ke area $21.50 dan di bawahnya – penurunan inilah yang sebenarnya memaksa MA-50 merunduk untuk memotong MA-200.

Berpikir "baiklah, saya mempunyai death cross – itu berarti harganya akan turun lebih jauh" adalah kesalahan. Pertimbangan yang benar harus "baiklah, saya mempunyai death cross; itu menandakan ada kekuatan bearish yang kuat di pasar yang mungkin terus memaksa harga untuk turun lebih jauh". Yang pertama secara artifisial menghubungkan fenomena visual yang diamati ("death cross") ke dalam hasil yang diinginkan (harga terus turun). Sedangkan yang terakhir menafsirkan fenomena visual yang diamati ("death cross") sebagai indikasi dari fungsi internal tertentu ("kekuatan bearish") dari pasar dan membuat dugaan (hanya!) bahwa fungsi internal tersebut dapat melanjutkan efeknya dalam waktu dekat.

Ini menyajikan contoh sempurna mengenai perbedaan antara trading "bergaya enteng" dan metode yang dipelajari untuk menghasilkan profit. Tak perlu dikatakan lagi, jika Anda menganggapnya enteng, profit Anda pun juga akan enteng.

Jika Anda ingin mendapatkan profit yang solid – jangan pernah menyepelekan indikator dan interpretasi pasar. 

Yang dibutuhkan tidaklah banyak, tapi ini mensyaratkan apa, mengapa dan kapan Anda melakukannya. Contoh di bawah ini adalah visualisasi yang sangat baik.

13.png

Dengan mengamati grafik harian dari saham HP yang sama di titik B pada satu waktu, Anda akan melihat "golden cross" di titik A, dan aksi beli menjadi pilihan yang benar. Bilamana Anda membuka posisi beli di $21.50 pada saat itu, Anda akan mendapati bahwa harga naik langsung ke $23.50 – hampir 10%. Ini tidaklah buruk untuk penantian satu bulan jika mempertimbangkan koreksi ringan terjadi hanya di bawah level yang sama, yakni $21.50. Tapi jika pilihannya adalah: di level $23.50 Anda mengatakan "baiklah, penantian ini sudah cukup dan profit saya juga sudah cukup", lalu Anda menutup posisi, dan Anda akan memenangkan permainan ini. Jika Anda berpikir "tidak, saya sudah menunggu selama ini dan saya layak mendapatkan yang lebih besar", maka Anda akan mendapati harganya turun ke $14.41, dan di situ Anda kehilangan segalanya.  

Kesimpulan

Kenyataan tak satu pun contoh di atas menyajikan kasus sukses yang jelas dapat dibenarkan. Pada masing-masing kasus, waktulah yang menentukan apakah transaksi Anda akan memberikan hasil bagi dana Anda atau tidak. Jelas, ini merefleksikan tentang suatu sifat – jadi, crossover MA saja tidaklah cukup untuk dijadikan fundamen dalam pengambilan keputusan. Jika Anda melihat "death cross" atau "golden cross" secara jelas, jangan terburu-buru untuk membuka transaksi. Periksalah timeframe lain, indikator lain (terutama, osilator karena dapat mendukung indikator tren), lakukan verifikasi melalui faktor-faktor fundamental dan berita terhadap aset yang dipertimbangkan. Selain itu, ikuti pola pikir yang sehat. 

Pada akhirnya, ini hanyalah dua garis yang saling berpotongan satu sama lain. Apakah ini akan menjadi elemen penting dari sistem besar untuk strategi trading yang konsisten atau tidak, semuanya tergantung pada Anda. 

FBS Analyst Team

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.