Strategi "Third Candle"

Baca artikel di situs FBS

Jika Anda terbiasa dengan metode pergerakan harga (price action), Anda harus mengenal pola "Third Candle". Pola ini tergolong sederhana dan efisien bagi para trader. Pada artikel ini, kita akan mempelajari strategi yang didasarkan pada pola ini.

Apa itu pola "Third Candle"?

Pola yang kami akan jelaskan ini merupakan pola pembalikan. Trader sering mengiranya sebagai pola "Three Black Crows" atau "Three White Soldiers". Perbedaan utama di antara mereka yaitu pola "Third Candle" memiliki batasan yang lebih sedikit terkait harga pembukaan dari masing-masing candlestick. 

Formasi pola bearish yang mensinyalir pembalikan ke bawah diawali dengan candle bearish (candle pertama pada gambar) dengan high lebih tinggi yang akan menggantikan candlestick bullish ("zero"). Setelah itu, tunggu candle bearish kedua yang mengonfirmasi pergerakan menurun. Begitu candle tertutup, kita dapat menyimpulkan bahwa pola ini sudah terbentuk pada grafik. Candle ketiga digunakan untuk membuka posisi jual.

11.jpg

Begitu juga sebaliknya jika kita mengidentifikasi pola bullish. Candlestick bullish pertama akan muncul setelah yang bearish ("zero"). Candle ini harus memiliki low lebih rendah. Candlestick bullish kedua digunakan sebagai konfirmasi pembalikan ke atas. Harga pembukaan dari candlestick ketiga merupakan level di situ kita akan membuka posisi beli.

12.jpg

Sekarang, mari kita lihat algoritma strateginya. 

Elemen dasar

Direkomendasikan untuk menerapkan strategi ini selama sesi trading Eropa dan Amerika pada timeframe intraday. Selain itu, Anda juga harus menambahkan indikator stochastic (5, 3, 3) ke grafik sebagai filter.

Pengaturan posisi beli

1. Pertama, kita tunggu pembentukan pola "Third Candle" bullish.

Jika badan (body) dari candle pertama dan kedua sangat kecil, Anda sebaiknya tidak memasuki pasar, karena ini menunjukkan bahwa bulls sedang kehilangan kekuatannya.

2. Kedua, perhatikan Stochastic Oscillator. Garis-garisnya harus bergerak ke atas.

3. Jika semua kondisi ini terpenuhi, baru kita bisa membuka posisi beli pada pembukaan harga dari candlestick ketiga.

4. Kita tempatkan stop loss di bawah low dari candlestick pertama.

5. Kami merekomendasikan untuk menjejaki level take profit dan menutup posisi begitu Anda melihat tanda-tanda pembalikan ke bawah (crossover dari Stochastic Oscillator di zona jenuh beli atau mencapai level resistance yang kuat).

Di bawah ini adalah contoh dari strategi ini.

900-2.jpg

Pada grafik H1 EUR/USD, kita mengamati bahwa low candlestick bullish berada lebih rendah dari low candlestick bearish sebelumnya pada 28 Februari. Candlestick kedua mengonfirmasi pergerakan ke atas dan stochastic bergerak ke atas. Kita membuka posisi beli pada pembukaan harga di 1.13818. Level stop loss ditempatkan di low candlestick pertama di 1.1366. Kita jejaki level take profit dan tutup posisi sedikit lebih rendah dari level resistance di 1.1399. 

Pengaturan posisi jual

Skema pembukaan posisi jual sama seperti yang telah dijelaskan di atas. Berikut langkah-langkahnya: 

1. Tunggu hingga pola "Third Candle" bearish terbentuk.

Sama halnya dengan skema transaksi beli, badan dari candle pertama dan kedua tidak boleh kecil.

2. Stochastic Oscillator bergerak ke bawah.

3. Kita membuka posisi jual pada pembukaan harga dari candlestick ketiga.

4. Kita menempatkan stop loss di atas high candlestick pertama.

5. Kita jejaki take profit ketika harga mulai mengisyaratkan pembalikan ke atas (misalnya, saat support kuat tersentuh atau crossover dari indikator Stochastic muncul di zona jenuh jual).

Contoh dari transaksi jual dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

900.jpg

Pada grafik H1 EUR/USD, kita bisa melihat pembentukan pola "Third Candle". Selain itu, kita juga mengamati bahwa Stochastic Oscillator telah bergerak ke bawah. Kita membuka posisi jual pada harga pembukaan dari candlestick ketiga di 1.1141. Stop loss ditempatkan di high candlestick pertama di 1.1158. Kita jejaki posisi kita dan tutup posisinya ketika Stochastic Oscillator membentuk crossover di dalam zona jenuh jual. Kita tutup di 1.1098.

 Tips tambahan

1. Jika harga tetap berada di sekitar level 5 bar yang sama setelah entry, Anda harus menutup posisi Anda.

2. Tidak direkomendasikan untuk trading dalam waktu 30 menit sebelum/setelah rilis (berita) penting.

 Kesimpulan

Strategi "Third Candle" merupakan jenis metode price action yang sederhana. Strategi ini sangat mudah dipahami dan dapat membantu dalam mengambil keputusan trading intraday.

Baca lebih lanjut

FBS Analyst Team

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.