Indikator Volume dalam Trading untuk Pemula

Baca artikel di situs FBS

Apa Arti Volume di Pasar?

Dalam trading, istilah "volume" mewakili jumlah uang yang telah dikeluarkan untuk membeli atau menjual aset selama periode tertentu. Trader mengandalkannya sebagai metrik utama karena memungkinkan mereka mengetahui tingkat likuiditas aset.

Analisis volume adalah teknik yang digunakan untuk menentukan trade yang akan dibuka dengan menemukan hubungan antara volume dan harga.

Sinyal bullish dari volume trading

Breakout ke atas dengan volume di atas rata-rata

Pada saat tertentu, harga menyentuh level resistance selama tren naik dan di pasar datar (sideways). Tren berhenti dan mulai melemah karena tekanan jual yang menekan tekanan beli. Ketika harga menembus resistance tersebut, breakout (penembusan) akan lebih mungkin terjadi jika volumenya tinggi atau di atas rata-rata. Breakout yang disertai dengan volume rendah menunjukkan bahwa antusiasme untuk pergerakan itu mungkin kurang.

Volumes 1.png

Tren naik dengan peningkatan volume

Tren naik dengan volume yang meningkat dan/atau di atas rata-rata menunjukkan antusiasme investor terhadap aset, yang meningkatkan pembelian dan bahkan harga yang lebih tinggi.

Volume 2.png

Tren naik dengan penurunan volume

Tren naik tanpa peningkatan dan/atau volume di atas rata-rata menunjukkan antusiasme investor yang rendah, yang menandakan pembalikan (reversal).

Volume 3.png

Sinyal bullish dari volume trading

Breakout ke bawah dengan volume yang besar

Pada saat tertentu, harga menyentuh level support selama tren turun dan di pasar datar (sideways). Tren berhenti dan mulai melemah karena tekanan beli yang menekan tekanan jual. Ketika harga menembus resistance tersebut, breakout (penembusan) akan lebih mungkin terjadi jika volumenya tinggi atau di atas rata-rata. Breakout yang disertai dengan volume rendah menunjukkan antusiasme yang rendah untuk pergerakan tersebut.

Volume 4.png

Tren turun dengan peningkatan volume

Tren turun yang disertai dengan peningkatan dan/atau volume di atas rata-rata menyiratkan keraguan investor tentang saham, yang meningkatkan penjualan dan bahkan harga yang lebih rendah. Ini adalah waktu yang tepat untuk membuka trade jual.

Volume 5.png

Tren turun dengan penurunan volume

Tren turun tanpa peningkatan dan/atau volume di atas rata-rata menyiratkan investor yang tak terlalu khawatir. Sementara harga terus turun, trader analisis volume mungkin mulai memperhatikan tanda-tanda pembalikan, didukung oleh peningkatan volume.

Volume 6.png

Biasanya, setiap breakout atau tren dengan volume di atas rata-rata dapat dianggap lebih signifikan daripada pergerakan harga tanpa volume di atas rata-rata.

Tiga Indikator Volume

Indikator volume adalah rumus matematika yang direpresentasikan secara visual dalam platform grafik yang umum digunakan. Setiap indikator menggunakan formula yang sedikit berbeda, dan trader harus menemukan indikator yang paling sesuai untuk strategi pasar mereka.

Ada banyak indikator volume untuk dipilih, dan berikut adalah beberapa di antaranya yang dapat digunakan oleh trader.

1. Volume Keseimbangan (OBV)

Volume Keseimbangan (OBV) mengukur tekanan beli dan jual. Ini adalah indikator kumulatif yang menambah volume pada hari naik dan mengurangi volume pada hari turun. Ketika aset ditutup lebih tinggi dari penutupan sebelumnya, semua volume hari ini dianggap sebagai volume naik. Ketika aset ditutup lebih rendah dari penutupan sebelumnya, semua volume hari itu dianggap sebagai volume turun. Nilai sebenarnya dari OBV tidak penting, tetapi fokuslah pada arahnya.

  • Ketika harga dan OBV membuat puncak yang lebih tinggi dan palung yang lebih tinggi, tren naik kemungkinan akan berlanjut.
  • Tren turun kemungkinan akan berlanjut ketika harga dan OBV membuat puncak yang lebih rendah dan palung yang lebih rendah.
  • Jika OBV turun selama rentang trading, akumulasi mungkin terjadi—peringatan akan breakout ke atas.
  • Jika OBV turun selama rentang trading, distribusi mungkin terjadi—peringatan akan breakout ke bawah.
  • Ketika harga terus mencapai puncak yang lebih tinggi, dan OBV gagal mencapai puncak yang lebih tinggi, tren naik kemungkinan akan terhenti atau gagal. Ini disebut divergensi negatif.
  • Ketika harga terus membuat palung yang lebih rendah dan OBV gagal membuat palung yang lebih rendah, tren turun kemungkinan akan terhenti atau gagal. Ini disebut divergensi positif.

2. Arus Uang Chaikin

Arus Uang Chaikin (CMF) adalah rata-rata tertimbang volume dari akumulasi dan distribusi selama periode tertentu. Periode CMF standar adalah 21 hari. Prinsip di balik CMF adalah semakin dekat harga penutupan ke harga tertinggi, semakin banyak akumulasi yang terjadi. Sebaliknya, semakin dekat harga penutupan ke titik terendah, semakin banyak distribusi yang terjadi. Jika aksi harga (price action) secara konsisten ditutup di atas titik tengah batang pada peningkatan volume, CMF akan positif. Sebaliknya, jika aksi harga secara konsisten ditutup di bawah titik tengah batang pada peningkatan volume, CMF akan negatif.

  • Nilai CMF di atas garis nol adalah tanda kekuatan di pasar, dan nilai di bawah garis nol adalah tanda kelemahan di pasar.
  • Tunggu CMF mengonfirmasi arah breakout aksi harga melalui garis tren atau garis support dan resistance. Misalnya, jika harga menembus ke atas resistance, tunggu hingga CMF bernilai positif untuk mengonfirmasi arah breakout.
  • Sinyal jual CMF muncul ketika aksi harga membuat puncak yang lebih tinggi ke zona overbought (jenuh jual), dengan CMF mengalami divergensi dengan puncak yang lebih rendah dan mulai turun.
  • Sinyal beli CMF muncul ketika aksi harga membuat palung yang lebih rendah ke zona oversold (jenuh jual), dengan CMF mengalami divergensi dengan palung yang lebih tinggi dan mulai naik.

3. Osilator Klinger

Osilator Klinger adalah alat keuangan yang memprediksi tren jangka panjang dalam arus uang sambil mendeteksi fluktuasi jangka pendek. Selain itu, itu memprediksi pembalikan harga di pasar keuangan dengan membandingkan volume dengan harga secara ekstensif.

Seperti disebutkan di atas, Osilator Volume Klinger terdiri dari dua garis dan garis tengah. Biasanya, dua garis tersebut berwarna merah dan biru. Garis biru adalah sinyal, sedangkan garis merah adalah Klinger.

Seperti kebanyakan indikator dengan dua garis, poin penting yang harus diperhatikan adalah ketika terjadi persilangan antara dua garis. Poin lain yang harus diperhatikan adalah ketika dua garis melewati garis tengah.

Sinyal beli biasanya muncul ketika terjadi persilangan antara dua garis di bawah garis tengah. Di sisi lain, sinyal jual muncul ketika ada persilangan antara dua garis di atas garis tengah.

Kesimpulan

Volume selalu menjadi indikator signifikan dari sentimen pasar. Sama seperti indikator Aroon atau RSI, volume dapat membantu trader mengonfirmasi breakout, melihat pembalikan yang akan datang, dan menemukan akumulasi harga. Menambahkan volume ke strategi Anda akan meningkatkan hasil trading dan mengurangi jumlah kesalahan.

FBS Analyst Team

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.