1. FBS Broker >
  2. Blog FBS >
  3. 15 Pola Grafik Saham Paling Signifikan
Diperbarui • 2024-06-06

15 Pola Grafik Saham Paling Signifikan

cover.png

Saat Anda trading saham, menggunakan analisis teknis dapat membantu Anda menemukan perubahan yang terjadi di pasar. Pola grafik merupakan salah satu alat yang dapat digunakan sebagai bagian dari analisis teknis Anda. Pola ini muncul di grafik harga, dan menunjukkan arah pergerakan pasar serta tempat Anda berpotensi masuk atau keluar dari trade.

Pada artikel ini, kami akan memberi tahu Anda apa itu pola grafik, bagaimana cara menggunakannya, dan mencari tahu tentang 15 pola grafik saham paling signifikan yang akan membantu Anda dalam trading.

Apa itu pola grafik?

Pola grafik adalah representasi grafis dari fluktuasi harga, yang diwakili oleh serangkaian kurva dan garis tren pada grafik. Tentu saja, tidak setiap kenaikan dan penurunan yang terjadi di pasar merupakan bagian dari suatu pola. Namun, jika harga bergerak dengan cara yang telah diamati sebelum peristiwa pasar terjadi, ada kemungkinan besar bahwa formasi baru ini akan diikuti oleh peristiwa yang sama.

Bagaimana cara kerja pola grafik?

Pola grafik menjadi metode populer untuk memprediksi arah tren pada masa depan karena pasar dianggap bersifat siklus. Namun, lantaran pola grafik saham adalah bagian dari analisis teknis, pembenaran di baliknya didasarkan pada anggapan bahwa perilaku investor cenderung berulang dari waktu ke waktu.

Harga saham tidak bergerak dengan sendirinya. Sebaliknya, itu adalah cerminan dari keputusan yang dibuat oleh orang-orang nyata yang didorong oleh emosi dan ambisi yang sama seperti pendahulunya. Grafik saham berfungsi sebagai representasi dari emosi ini, baik itu optimisme maupun pesimisme. Jadi, jika harga membentuk pola yang sangat familiar, itu berarti bahwa trader mungkin akan membuat keputusan trading yang sama seperti orang-orang sebelumnya.

1.png

Mengapa Anda harus menganalisis pola grafik?

Meskipun pola tidak 100% akurat dalam memprediksi arah pergerakan harga, pola tersebut dapat digunakan dalam berbagai cara lain. Grafik mewakili perubahan penawaran dan permintaan di pasar, ketika trader lebih tertarik untuk membeli saham daripada menjualnya, atau sebaliknya.

Ketika pasar bergerak dalam pola tertentu, akan lebih mudah diprediksi. Level support dan resistance, titik penembusan, entry stop, retracement potensial adalah beberapa hal yang dapat dideteksi trader dari suatu pola grafik. Jadi, meskipun tren berakhir dengan arah yang berbeda dari yang diperkirakan, Anda akan memiliki banyak informasi untuk melindungi trade dari kerugian.

Jenis pola grafik

Ada berbagai macam pola grafik yang berbeda tetapi semuanya dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama:

  • Pola kelanjutan. Pola kelanjutan (continuation) menunjukkan bahwa tren saat ini akan berlanjut setelah pola selesai. Pola ini umumnya muncul di grafik saham sebagai periode konsolidasi jangka pendek. Ini menandakan gangguan sementara dalam suatu tren, tetapi biasanya tidak mengarah pada pembalikan arah pergerakan harga.
  • Pola pembalikan. Pola pembalikan (reversal) menunjukkan bahwa tren saat ini akan segera berakhir dan arah pergerakan harga kemungkinan akan berbalik.
  • Pola bilateral. Pola bilateral menunjukkan bahwa ada ketidakpastian yang cukup besar di pasar sehingga harga dapat bergerak baik naik maupun turun. Pola ini dapat digunakan untuk trading dua arah, jadi trader harus menunggu penembusan pola dan bergabung dengan pihak yang menang.

Jenis grafik yang paling penting

Ada banyak jenis grafik yang dapat Anda gunakan saat trading, tetapi yang paling penting adalah grafik garis, grafik bar, dan grafik candlestick.

Grafik garis menunjukkan pergerakan umum harga pasar selama kerangka waktu tertentu dengan menarik garis di antara setiap harga penutupan. Grafik ini menggambarkan perubahan harga penutupan dan tren saat ini, dan membantu trader melihat gambaran yang lebih besar dari fluktuasi harga.

Grafik bar (batang) digunakan untuk menganalisis harga pembukaan dan penutupan serta titik-titik tertinggi dan terendah. Setiap bar menunjukkan harga terendah yang diperdagangkan (bagian bawah bar), harga tertinggi (bagian atas bar), rentang trading (badan bar), harga pembukaan (garis horizontal di sebelah kiri), dan harga penutupan (garis horizontal di sebelah kanan). Bergantung pada panjang bar, trader dapat melihat apakah pasar sedang bergejolak atau stabil.

Grafik candlestick sering disebut variasi dari grafik bar. Meskipun grafik candlestick menunjukkan informasi yang hampir sama dengan grafik bar, tetapi grafik ini lebih mudah dibaca. Perbedaan utama antara kedua jenis grafik ini adalah tubuh candlestick menggambarkan kisaran antara harga pembukaan dan penutupan. Warna candlestick juga dapat berbeda: jika harga mata uang ditutup lebih rendah dari pembukaannya, tubuh candlestick akan berwarna mera, sedangkan warna hijau menunjukkan bahwa harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan. Visualisasi ini membantu trader melihat apakah pasar saat ini didominasi oleh pembeli atau penjual, dan mengidentifikasi tren saat ini. Pada artikel ini, kita akan membahas pola grafik candlestick.

15 pola grafik saham yang harus Anda ketahui

Ascending Triangle

Pola grafik pertama yang akan kita simak adalah ascending triangle (segitiga naik). Pola ini merupakan pola kelanjutan bullish yang terbentuk saat harga mulai berayun dalam rentang yang menyempit. Garis atas (resistance) dari segitiga naik adalah horizontal, sedangkan titik-titik harga terendah menciptakan garis bawah (support) yang menanjak menuju garis resistance. Pola ini mempertahankan kenaikannya sampai harga akhirnya menembus garis resistance, mengonfirmasi pola, dan melanjutkan pergerakan naik.

Descending Triangle

Descending triangle (segitiga turun) adalah kebalikan dari ascending dan merupakan pola kelanjutan bearish yang muncul ketika harga saham mulai bergerak di antara garis resistance yang miring ke bawah dan garis support horizontal. Setelah garis resistance dan support bergabung, terjadi penembusan, lalu harga turun lebih rendah lagi dan berlanjut dengan tren menurun.

Symmetrical Triangle

Variasi terakhir dari pola grafik segitiga adalah symmetrical triangle (segitiga simetris) yang dibentuk oleh garis support naik dan garis resistance turun. Harga memantul dari kedua garis dalam rentang yang terus menyempit hingga garis saling bersilangan. Sangat sulit untuk memprediksi ke mana harga akan bergerak setelah penembusan karena pembeli dan penjual memiliki pengaruh yang sama kuatnya di pasar. Inilah mengapa symmetrical triangle dianggap sebagai pola bilateral. Trader disarankan untuk memasang dua order stop entry, yaitu di atas dan di bawah garis.

1139-triangles.png

Flag

Pola flag (bendera) sering dikaitkan dengan investasi berisiko rendah dan profit yang cepat. Ini adalah pola kelanjutan yang bisa terjadi di tengah tren yang kuat. Pola flag terbentuk saat tren memasuki periode konsolidasi singkat, dan bisa bullish dan bearish. Setelah lonjakan atau penurunan tiba-tiba yang hampir vertikal (disebut ‘tiang bendera’), harga mulai berfluktuasi dan mengikuti kembali (retrace) pergerakan sebelumnya dalam kisaran sempit yang menyerupai persegi panjang yang sedikit miring. Setelah beberapa saat, harga menembus salah satu garis dan terus bergerak ke arah sebelumnya sambil mendapatkan momentum dengan cepat.

1139-flags.png

Pennant

Pola pennant (panji) terlihat sangat mirip dengan pola flag atau symmetrical triangle, juga merupakan pola kelanjutan, tetapi sangat berbeda dari keduanya. Seperti pola flag, pola ini juga terjadi ketika harga memasuki periode konsolidasi setelah tiba-tiba bergerak ke satu arah (‘tiang bendera’). Namun, badan pennant dibentuk oleh dua garis yang bertemu, tidak sejajar, yang membuatnya terlihat seperti segitiga simetris. Namun, pola segitiga tidak didahului oleh ‘tiang bendera’ karena terbentuk di pasar yang tidak stabil. Di sisi lain, pola pennant terjadi dalam tren yang kuat. Setelah kedua garis bertemu, harga akan menembus dan sering kali terus bergerak ke arah tren utama.

1139-pennants.png

Double top

Double top (puncak ganda) adalah pola bearish yang terjadi sebelum pembalikan ke bawah jangka menengah atau jangka panjang. Double top terdiri dari dua titik tinggi dan satu rendah dan agak menyerupai huruf “M”. Pola dimulai ketika harga mundur kembali setelah kenaikan yang stabil karena ada resistance dari penjual. Harga kemudian naik lagi, tetapi ketika mencapai level tinggi sebelumnya, akan jatuh kembali. Setelah melewati garis leher, pola tersebut dianggap terkonfirmasi, dan tren akan berbalik dari bullish ke bearish.

Double bottom

Double bottom (dasar ganda) adalah kebalikan dari double top karena terjadi setelah tren turun dan umumnya memberi sinyal pembalikan ke tren naik. Double bottom terlihat seperti huruf “W” dan terbentuk ketika harga naik sedikit setelah penurunan yang berkepanjangan, kemudian turun kembali tetapi memantul dari garis support dan mulai naik, menembus garis leher. Pola ini sering digunakan oleh trader untuk mengidentifikasi peluang terbaik guna memulai trade bullish jangka panjang.

Triple bottom

Triple bottom (dasar tripel) adalah pola pembalikan bullish yang terjadi setelah periode tren turun yang berkepanjangan. Ini terdiri dari tiga posisi terendah berturut-turut tetapi berjarak, masing-masing terletak di atau dekat level harga yang sama. Triple bottom memberi sinyal bahwa, terlepas dari upaya pembeli, penjual tidak siap untuk menyerahkan posisinya dengan mudah. Namun, setelah titik terendah ketiga, penjual biasanya menyerah kepada pembeli dan membiarkan harga mulai bergerak naik setelah menembus garis leher. Pola ini adalah salah satu yang paling langka, tetapi juga salah satu pola paling solid dan dapat diandalkan. Jadi, jika Anda berhasil mengidentifikasi pola ini di grafik, pastikan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.

1139-bottoms.png

Wedge

Pola wedge (irisan) terjadi ketika harga mulai bergerak di antara dua garis tren konvergen yang membentuk kisaran yang terus menyempit. Pola ini bisa bullish atau bearish, tergantung variasi dari pola itu sendiri.

  • Falling wedge (irisan turun) dianggap sebagai pola bullish dan dapat terjadi setelah tren turun atau tren naik dan berfungsi sebagai sinyal pembalikan atau kelanjutan. Falling wedge terlihat paling lebar di bagian atas dan kemudian terus menyempit saat harga bergerak ke bawah. Saat tekanan dari penjual berkurang, pembeli mendapatkan kesempatan untuk memperlambat penurunan harga, yang menyebabkan harga menembus garis resistance dan berlanjut dengan tren naik.
  • Rising wedge (irisan naik) adalah kebalikan dari falling wedge. Ini umumnya merupakan pola bearish yang dapat menandakan kelanjutan atau pembalikan tren, tergantung ke mana pasar bergerak sebelum pola tersebut muncul. Pola ini terdiri dari dua garis tren konvergen, dan harga bergerak ke atas dalam periode konsolidasi. Pembeli akhirnya melemah sehingga penjual berhasil menembus garis support, menandai tren turun baru (atau melanjutkan tren sebelumnya).

1139-wedges.png

Head and shoulders

Pola head and shoulder (kepala dan bahu) biasanya terjadi pada akhir tren naik dan mendahului pembalikan ke tren turun. Ini terdiri dari tiga ayunan, dengan dua bagian luar lebih kecil dari yang tengah dan terletak pada level yang sama. Ayunan ke bawah yang terakhir cenderung menembus garis leher (garis yang menghubungkan bagian bawah pola), yang memberikan sinyal bagi trader untuk menjual sahamnya.

1139-h-and-sh.png

Inverse head and shoulders

Pola ini adalah inversi atau kebalikan dari yang sebelumnya. Pola ini terbentuk dalam tren bearish dan memberi sinyal pembalikan ke tren naik. Inverse head and shoulders (kepala dan bahu terbalik) memiliki tiga palung, yang di tengah adalah yang terendah dari semuanya. Pola ini digunakan mirip dengan head and shoulders, tetapi muncul sebelum tren naik sehingga trader perlu membeli saham segera setelah harga menembus garis leher.

Cup and handle

Pola cup and handle (cangkir dan pegangan) adalah pola bullish. Ini biasanya terjadi dalam tren naik dan digunakan oleh trader untuk mencari peluang untuk posisi beli (long). Pola ini terlihat seperti huruf “U” diikuti dengan sedikit penurunan yang menyerupai gagang cangkir. Gagangnya menyerupai pola flag atau pennant, tetapi harga segera menembus garis resistance dan tren naik dengan cepat mendapatkan momentum lagi.

1139-cup.png

Gap

Gap adalah ruang kosong pada grafik yang terjadi di pasar yang bergejolak. Pola ini muncul saat pasar sedang mengalami tingkat minat beli atau jual yang luar biasa. Minat yang tinggi ini menyebabkan saham diperdagangkan bahkan saat pasar ditutup semalaman. Akibatnya, harga pembukaan saham pada hari berikutnya jauh berbeda dengan harga penutupannya pada hari sebelumnya. Trader cenderung memanfaatkan gap dengan membeli saham, berharap gap terjadi keesokan harinya, atau dengan menjual sahamnya setelah gap terjadi.

1139-gap.png

Bump and run

Bump and run adalah pola pembalikan langka yang dapat terjadi baik di pasar bullish maupun bearish. Pola ini terjadi ketika harga berbelok tajam dari garis tren dalam arah tren utama, lalu mengulangi kembali pergerakan dan akhirnya menembus garis tren sebelumnya, yang memicu tren baru. Formasi ini biasanya terlihat pada kerangka waktu yang lebih tinggi, tetapi terkadang dapat muncul bahkan pada grafik satu hari (intraday).

1139-bump-and-run.png

Price channel

Price channel (saluran harga) adalah pola bilateral dan dapat terjadi baik dalam tren naik maupun turun. Price channel terbentuk ketika harga mulai berayun dalam kisaran terbatas. Ayunan memantul dari garis resistance dan support, yang sejajar satu sama lain. Harga dapat bergerak ke atas, ke bawah, atau ke samping.

1139-channel.png

Bagaimana cara mengenali pola grafik?

Salah satu cara paling umum untuk mengidentifikasi pola grafik saham adalah dengan menggambar garis tren dan mengamati apakah harga menyimpang dari arahnya. Jika Anda melihat harga berfluktuasi dalam kisaran terbatas, memetakan garis melalui titik-titik tertinggi dan terendah dapat membantu Anda melihat dengan lebih jelas apakah ada pola yang sedang terbentuk. Pada awalnya ini mungkin tampak sulit, tetapi setelah berlatih, Anda akan dapat mengenali pola grafik saham dengan lebih baik. Platform trading Anda mungkin juga menawarkan berbagai penyaring pola yang dapat membantu Anda mendeteksi peluang trading baru dengan cepat.

Kesimpulan

Pola grafik saham telah digunakan oleh para trader selama beberapa dekade. Jika dikenali dengan benar, pola-pola ini dapat mengonfirmasi awal tren yang berbeda dan membantu trader mengidentifikasi peluang trading baru. Jadi, 15 pola grafik saham yang tercantum di atas akan meningkatkan pemahaman Anda tentang cara kerja pasar, dan memungkinkan Anda memprediksi pembalikan tren serta perubahan arah pergerakan harga secara akurat.

  • 1296

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera