Resesi Ekonomi Amerika Serikat dan Pergerakan Harga Emas

Baca artikel di situs FBS

Banyak tanda tanda yang menunjukan, bahwa ekonomi Amerika Serikat akan tergelincir kedalam resesi ekonomi. Turunnya imbal hasil jangka panjang sehingga membuat adanya kurva imbal hasil terbalik antara obligasi jangka panjang dan jangka pendek mulai terlihat , dan disisi lain turunnya ekspor merupakan suatu sinyal kuat bagi resesi ekonomi di Amerika Serikat dimasa yang akan datang.

Keadaan ini tentunya di picu oleh ancaman kenaikan tariff Trump terhadap barang barang China senilai $300 milliar pada tanggal 1 september 2019 dan dibalas oleh China dengan melemahkan mata uang nya serta penghentian pembelian hasil pertanian Amerika Serikat. Selain hasil pertanian, China juga menargetkan penghentian pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat dan ini tentunya akan memicu perang dagang berkelanjutan karena China berencana membeli minyak dari Iran.

Wajar apabila China akan menghentikan pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat karena dengan adanya kenaikan tariff antar kedua negara serta tingginya nilai mata uang US Dollar, karena devaluasi mata uang Yuan, maka harga minyak mentah menjadi lebih tinggi.

Perang dagang menyebabkan pertumbuhan ekonomi global menjadi melambat sehingga sektor pabrikan akan terganggu dan kebutuhan akan minyak menjadi berkurang. Keadaan ini tentunya yang membuat harga minyak dunia terus menurun disaat perang dagang Amerika – China makin memanas.

Kebijakan moneter Pemerintah China pekan lalu yang mendevaluasi mata uangnya dengan melanggar ambang batas 7 yuan per US Dollar tentunya membuat barang barang produksi Amerika Serikat menjadi mahal dan tidak kompetitif lagi sehingga sektor pabrikan Amerika Serikat akan menurun.

Selain itu dengan melemahnya mata uang Yuan, menyebabkan penguatan pada mata uang US Dollar dan tentunya harga minyak dunia yang diperdagangkan dalam mata uang US Dollar menjadi mahal.

Keadaan ini tentunya akan menjadi beban pertumbuhan ekonomi global dan pada saat nya nanti akan menimbulkan resesi ekonomi global, apabila Amerika Serikat dan China tidak menghentikan perang dagang mereka. Para pengamat ekonomi dan politik memprediksi bahwa perang dagang akan berlanjut sampai pemilihan presiden di Amerika Serikat tahun 2020.

Tidak adanya data ekonomi yang penting hari ini, tentunya akan membuat harga emas terlihat sideways dengan kecenderungan naik, dengan range $1490 - $1509/ troyounce.

Diatas level harga resistance, hanya akan membuat harga emas kembali naik ke level $1528/troyounce.

Trading Plan :

Buy Limit 1484 – 1490 dengan target 1528

Buy Stop 1510 dengan target 1528

Gold Timeframe H4

gold 12 agt.png

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan jam bahkan menit, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Reza Aswin

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.