Contagion Risk

Baca artikel di situs FBS

Hari ini tanggal 17 Agustus 2018 merupakan hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke 73. Negara yang harus terkena Resiko Penularan (ContagionRisk) dari perpaduan 2 faktor fundamental di dunia, yaitu factor krisis keuangan dan krisis geopolitik. Amerika sebagai negara super power telah mengubah wajah pertumbuhan ekonomi global menjadi awan gelap dan sangat beresiko terhadap semua negara didunia. Keputusan Bank Indonesia untuk menaikan suku bunga menjadi 5,5% merupakan suatu kebijakan moneter yang baik, dengan melihat pelemahan Rupiah dan inflasi Indonesia yang terus meningkat.

Berbeda dengan kebijakan moneter yang dilakukan oleh Turki, dimana Presiden Erdogan ingin melakukan penurunan suku bunga disaat inflasi negaranya sedang meroket. Inflasi riil yang mencapai 100% tentunya tidak dapat diredam dengan menurunkan suku bunga negara tersebut. Terlebih lagi saat ini pemerintah Turki akan melakukan kebijakan keuangan dengan system “ Full- Blown” dalam pengendalian modal. Kebijakan kebijakan keuangan yang diambil pemerintah Turki bukan hanya meresahkan pengusaha Turki tetapi kebijakan tersebut membuat pelaku pasar menjadi takut, karena akan membuat efek domino yang merusak kepentingan pengusaha dan investor dalam pembatasan perkembangan modal.

Efek dari kebijakan yang akan diambil, seperti penurunan suku bunga disaat inflasi naik dan pembatasan modal, tentunya di jawab oleh pelaku pasar dengan penurunan pasar ekuitas di kemudian hari. Pasar menjadi terlihat lebih turmoil/chaos/ kacau disaat para pelaku pasar menunggu peluang The Fed untuk menaikan suku bunga pada tanggal 26 september 2018. Keraguan pelaku pasar tentunya karena melihat penguatan US Dollar yang seperti tidak terbendung karena kebijakan Presiden Trump mengobarkan perang dagang dengan China.

Efek dari perang dagang, membuat Amerika menjadi negara paling aman untuk berbisnis dan berinvestasi saat ini dibandingkan dengan negara lainnya didunia, yang cenderung melemahkan mata uangnya disaat factor geopolitik mulaimemanas.

EMAS

Walaupun penguatan US Dollar seperti tidak terbentung saat ini tetapi koreksi masih tetapakan terjadi di logam mulia, mengingat rendahnya harga emas dunia, akan mengundang para pelaku pasar, termasuk bank sentral untuk membeli emas sebagai cadangan devisa disaat mata uangnya melemah. Jika People Bank of China menukar sebagian kecil cadangan devisa mereka dengan emas, maka kenaikan harga emas tidak akan pernah terbendung.Emas memang bukan mata uang yang dapat di intervensi oleh bank sentral, sehingga murni supply and demand di pasar berdasarkan fundamental yang terjadi. Penurunan emas dapat saja terjadi sampai ke harga $1140 – $1150 an / toz dengan target kenaikan $1230 - $ 1340an/ toz dalam beberapa waktu kedepan.

xauusd 17 agt (Custom).jpg

AUSTRALIA

Australia merupakan negara yang terkenal dengan mata uang komoditas, sehingga disaatharga komodita naik, maka penguatan Aussie pasti akan terjadi. Banyak factor yangmempengaruhi mata uang Aussie selain penguatan/ pelemahan US Dollar dan tentunya iniakan menjadi suatu peluang disaat koreksi pelemahan US Dollar terjadi dan naiknya hargakomoditas disaat ketidakpastian terjadi.

Penurunan mata AUDUSD masih terlihat dari downtrend yang dibentuk, tetapi koreksikenaikan AUDUSD sampai ke level 0,7330 – 0,7380 an masih dalam range penurunan matauang ini dengan support kuat di level 0,7170 an.

audusd 17 agt (Custom).jpg

Reza Aswin

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.