Minyak Mentah WTI Lanjutkan Penurunan Tajam Sesi Kemarin

Baca artikel di situs FBS

West Texas Intermediate (WTI) terus tergelincir, lanjutkan penurunan besar dari sesi kemarin. minyak WTI menghadapi upaya rebound terberat setelah tersandung lebih dari 40 poin atau 5,90% dari level tertinggi sesi kemarin di sekitar level 81.50. Secara dramatis, harga minyak menembus level 77.00 dan masih berpotensi melanjutkan penurunan di tengah kekhawatiran atas tertundanya pemulihan ekonomi China.

Pasar memperkirakan lambatnya pemulihan aktivitas ekonomi China imbas lonjakan kasus Covid-19 yang dipimpin oleh langkah cepat yang diterapkan Beijing untuk membuka kembali aktivitas. Situasi Covid semakin rentan setiap hari karena penanganan pasien yang terinfeksi semakin di luar kendali otoritas medis.

Sementara itu, data indeks PMI Manufaktur Caixin masih gagal menopang harga minyak. IHS Markit melaporkan indeks PMI berada di 49,0, melampaui konsensus 48.8 namun masih lebih rendah dari rilis sebelumnya 49,4. Sementara itu, indeks Dolar AS berhasil bertahan di atas support kritis 104.00. Harga minyak kemungkinan akan tetap gelisah sampai risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dirilis.

Reaksi Pasar

Tertundanya pemulihan ekonomi di China akibat situasi Covid berdampak pada harga minyak. Pemulihan tipis dalam prospek ekonomi China setelah pembukaan kembali dapat mendorong tekanan inflasi.

Tren

Harga minyak kemungkinan masih akan melanjutkan tren bearish nya setelah ambruk dari level tertinggi di sesi Selasa menjelang risalah FOMC.

Rencana Perdagangan

Potensi Sell XTIUSD pada level 76.10 dengan target profit pada level 75.50/75.10

Potensi Buy XTIUSD pada level 76.90 jika gagal menembus level 76.00 dengan target profit pada level 77.50/77.90

WTI 04012023.jpg

Aries Nugroho

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.