Panasnya Harga Minyak Dunia

Baca artikel di situs FBS

Ketidakpastian politik atau yang lebih dikenal dengan ketidakpastian geopolitik pada tahun 2018, banyak berpengaruh terhadap fluktuasi pasar uang dan pasar komoditas dunia. Dalam 2 minggu terakhir ini harga minyak dunia menjadi focus pembicaraan analis energy dunia, dimana sanksi ekonomi Amerika Serikat akan jatuh kepada Iran karena negara tersebut disinyalir mempunyai fasiltas nuklir dan mendanai kegiatan kelompok teroris, guna menyerang kepentingan Amerika Serikat di seluruh negara di dunia. Kesanggupan Arab Saudi untuk menutupi produksi minyak mentah Iran, saat sanksi ekonomi dilakukan, ternyata mempunyai hambatan dengan terbunuhnya jurnalis Washington Post berkebangsaan Saudi Amerika, di konsulat Saudi – Istanbul Turki pada tanggal 2 oktober 2018.

Walaupun Saudi mengatakan bahwa embargo minyak, tidak akan dilakukan oleh Saudi, tetapi kecemasan pasar masih tetap ada, karena ada tekanan dari kongres Amerika Serikat dan dunia internasional untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Saudi. Disisi lain harga minyak dunia akan tetap naik jika supply dari negara OPEC lainnya seperti Lybia dan Nigeria mengalami penurunan, akibat akan diadakan pemilihan umum. Pergantian pemimpin di kedua negara tersebut tentunya dapat menurunkan supply minyak mentah dunia, sampai lebih dari 1 juta barrel per hari.

Kecenderungan memanasnya harga minyak dunia, dipicu pula dengan konflik Amerika – Rusia, yang secara sepihak Amerika Serikat membatalkan perjanjian Intermediate Range Nuclear Force Treaty, sehingga keadaan ini akan memicu harga komoditas termasuk harga minyak dan emas dunia untuk cenderung naik. Banyak factor yang membuat harga minyak dunia untuk sulit turun kedepannya ditengah ancaman perlambatan pertumbuahan ekonomi global.

CANADA

Ketidakpastian di timur tengah tentunya akan membuat harga minyak tidak stabil. Pertumbuhan ekonomi negara Canada sebagai penghasil minyak nomor 5 didunia tentunya sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Sehingga fluktuasi mata uang Canada akan tercermin dengan fluktuasi harga minyak dan kebijakan moneter yang akan diambil pada tanggal 24 oktober 2018. Dari angka forcast, diprediksi bahwa BOC akan menaikan suku bunga acuan 25 bps, dari 1,5% menjadi 1,75%. Prediksi ini didasari oleh turunnya tingkat pengangguran dan naiknya GDP ke level 0,7%. . Keadaan ini akan membuat USDCAD akan turun ke level 1.3040 an bahkan ke level 1.2990 an dengan koreksi yang tidak boleh melebihi level l 1.330 an.

 

 usdcad 23 okt.png

EMAS

Kenaikan harga emas harus terhambat dengan keperkasaan US Dollar yang membuat turunnya index saham di Amerika Serikat, tentunya tidak akan membuat sector industry di Amerika menjadi jauh lebih baik. Keadaan ini tentunya dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang ada, sehingga safe haven kembali mendapatkan perhatian pelaku pasar. Walaupun harga emas tidak terlalu banyak berfluktuasi, pada hari senin kemarin, tetapi kekuatan US Dollar tidak dapat membuat harga emas terkoreksi turun jauh.

etidakpastian geopolitik telah membuat para pelaku pasar beralih memilih safe haven emas untuk sementara ini. Pengakuan pembunuhan oleh agen kerajaan Saudi oleh menteri luar negeri Saudi, tentunya menyebabkan pasar ekuitas akan terdorong turun kembali lebih dalam. Tetapi yang akan menjadi titik perhatian pelaku pasar adalah belum selesainya Perang Dagang Amerika – China, sekarang Amerika membuat konflik dengan Rusia. Pemerintah Amerika Serikat telah keluar dari perjanjian Perang Dingin dengan Rusia , mengenai penghapusan penggunaan senjata nuklir, karena Amerika menuduh Rusia terlebih dahulu melanggar perjanjian tersebut.

Keluarnya Amerika dari perjanjian Intermediate Range Nuclear Force Treaty, merupakan langkah mundur dari perjanjian akhir perang dingin kedua negara antara Presiden Ronald Reagan dan Presiden Soviet Mikhail Gorbachev pada tahun 1987. Jika China merasa ditodongkan pistol dikepala dalam perundingan perang dagang, maka Rusia merasa bahwa tindakan Amerika Serikat ini merupakan suatu pemerasan terhadap Kremlin untuk keamanan global.  

Keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian perjanjian Intermediate Range Nuclear Force Treaty, merupakan alasan mengapa harga emas masih berpotensi untuk kembali naik ke level $1240 /troyounce dan maksimal ke $1250 an / troyounce dengan koreksi turun sampai ke harga $1207/troyounce.

xauusd 23 okt.png

Reza Aswin

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.