Pasar Menunggu China Bicara

Baca artikel di situs FBS

Dengan tegas Presiden Trump mengumumkan kenaikan tariff senilai $200 milliar kepada China, dan akan efektif berlaku pada tanggal 24 september 2018. Pada tanggal 1 januari 2019, tariff akan kembali dinaikan menjadi 25% dan jika China membalas, maka tariff akan dinaikan kembali dengan nilai sekitar $267 milliar untuk barang impor tambahan. Para pelaku pasar masih menunggu pemerintah China atas kenaikan tariff tersebut, tetapi seperti yang diberitakan oleh kantor berita Reuters, bahwa bahwa pejabat China tidak mau berbicara masalah perdamaian jika seolah olah ada pistol Trump yang ditodongkan ke kepala delegasi China.

Perkataan delegasi China tersebut bukanlah suatu khayalan, dimana sudah kita ketahui bahwa pembicaraan perdagangan baru telah diusulkan oleh menteri keuangan Amerika, Steven Mnuchin pada tanggal 20 september, dan jika tidak ada kesepakatan, maka administrasi Trump akan memberlakukan tambahan tariff senilai $200 milliar pada tanggal 24 september 2018. Delegasi China dijadwalkan akan tetap hadir dalam pertemuan tersebut, dan tentunya para pelaku pasar mengharapkan terjadi kesepakatan dagang antara kedua negara super power tersebut, agar perang dagang tidak berlarut larut.

Dengan melihat fenomena diatas maka dapat disimpulkan bahwa administrasi Trump memberikan kesempatan bagi Presiden Xi Jin Ping untuk berdamai dengan Amerika atas tuduhan pencurian teknologi dan kekayaan intelektual – seperti memaksa perusahaan Amerika untuk mentransfer teknologi ke mitra China. Suatu pilihan yang sulit bagi delegasi China, dimana dengan mengerasnya sikap Trump maka China dalam jangka pendek akan terkena dampak, karena pasar ekspor ke Amerika tertutup sedangkan pasar baru diluar Amerika, belum dapat memberikan hasil. Perang dagang tidak hanya merugikan China tetapi perang dagang telah memberikan dampak pula bagi Amerika, dimana dari data ekonomi, angka ekspor Amerika turun dan membuat deficit neraca perdagangan Amerika bertambah lebar.  

Disisi lain dengan meningkatnya tekanan perang dagang akan membuat turunnya tingkat laju inflasi dan ini akan menimbulkan sentiment negative terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang agresif ditahun ini.

 

AUSTRALIA

Dalam setiap pergerakan pasar uang, tidak akan terlepas dari factor fundamental dan factor teknikal. Koreksi kenaikan pair AUDUSD tentunya suatu hal yang wajar jika pelaku pasar menilai bahwa perang dagang dapat membuat reda The Fed untuk secara agresif menaikan suku bunga nya di tahun ini.

Channel down trend AUDUSD belum berubah, sehingga tekanan turun AUDUSD dapat mencapai level 0.7010 an dengan koreksi maksimal ada pada level 0,7290 an.

audusd 18 sept.png

Reza Aswin

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.