US Dollar Kembali Menguat

Baca artikel di situs FBS

Mata uang Amerika Serikat US Dollar kembali menguat terhadap hampir semua mata uang didunia. Sentiment penguatan ini tentunya tidak terlepas dari keinginan The Fed untuk menaikan suku bunga di bulan depan, walaupun mendapatkan tentangan dari Presiden Trump. Untuk kesekian kalinya Trump melakukan intervensi verbal dan sepertinya pelaku pasar sudah terbiasa dengan keluhan presiden atas kenaikan suku bunga The Fed yang dinilai terlalu agresif dan tidak berpihak kepada kebijakan politiknya. Secara umum The Fed tidak melakukan perubahan atas proyeksi atas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kedepannya, tetapi The Fed tetap memantau setiap data ekonomi yang muncul terutama yang terkait dengan data inflasi.

Walaupun terlihat harga saham Amerika Serikat kembali terkoreksi terhadap issue bahwa Amerika Serikat kembali membuka semua saluran komunikasi nya terhadap China, tetapi tidak dapat di pungkiri bahwa konflik perdagangan kedua negara tersebut telah memasuki zona perang yang parah dan sulit untuk dipulihkan kecuali keduanya mempunyai itikad yang baik guna menyelesaikannya pada pertemuan tingkat tinggi G20 di Argentina pada akhir minggu ini. Tidak banyak yang diminta oleh para pelaku pasar atas pertemuan makan malam kedua Presiden Super Power tersebut, antara lain adalah kerangka kesepakatan dan penundaan kenaikan tariff jika dimungkinkan.

Tamparan pada ekonomi China akan lebih terasa kuat dibandingkan dengan tekanan ekonomi yang dirasakan oleh Amerika Serikat, jika kesepakatan dagang tidak dapat dicapai, tetapi bagi negara Amerika Serikat yang sedang melakukan pemulihan ekonomi, tekanan tersebut sudah terasa signifikan di perusahaan Apple dan General Motor. Iphone akan terguncang jika kenaikan tariff 10% diberlakukan oleh administrasi Trump dan tentunya konsumen diseluruh dunia akan meninggalkan produk komunikasi buatan Amerika Serikat yang terlihat mahal di pasaran. Disisi lain General Motor telah merencanakan memutuskan hubungan kerja terhadap 15.000 pekerja dengan menutup pabrik nya dibeberapa negara bagian.

Sentimen atas penguatan US Dollar akan terus berlangsung apabila Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa kebijakan moneter akan tetap dalam jalur nya dalam pidato nya di New York hari ini. Keadaaan ini tentunya dapat membawa harga emas kembali turun mencapai $1200 an bahkan ke harga $1190 an/ troyounce dengan koreksi kenaikan ke harga $1219/ troyounce. Pelunakan nada hawkish Jerome Powell, kemungkinan akan tersirat pada kenaikan suku bunga di tahun 2019 karena banyak sekali ketidakpastian menghadang pertumbuhan ekonomi global.

gold 28 nov.png

Reza Aswin

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.