USDCAD Tertekan Akibat Krisis Venezuela

Baca artikel di situs FBS

Setiap negara di dunia akan sangat bergantung kepada Pangan dan Energi. Pemerintahan yang dapat mengendalikan kedua kebutuhan diatas untuk rakyatnya, maka negara nya akan terlihat damai dan tentunya membuat iri negara lainnya. Negara Venezuela yang sangat kaya dengan cadangan minyak bumi, ternyata tidak hanya menjadikan negara penghasil minyak dunia ke 3 terbanyak dalam organisasi OPEC, tetapi menjadi sasaran tembak Amerika Serikat. Presiden Trump tahun lalu mengatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah memanipulasi hasil pemilu yang dilaksanakan di negara tersebut.

Sejumlah aksi mulai dari pemboman dengan menggunakan helicopter didepan kantor Mahkamah Agung dan menggunakan Drone saat ulang tahun angkatan bersenjata Venezuela, ternyata tidak dapat membunuh dan menghentikan kepemimpinan Presiden Maduro. Keadaan ini tentunya membuat Presiden Maduro menjadi lebih berhati hati terhadap serangan dari dalam negeri dengan menangkap sejumlah lawan politiknya, sedangkan guna menangkal serangan dari luar negeri, Maduro membeli pesawat pembawa bom Nuklir TU-160 buatan Rusia.

Keadaan ini tentunya memicu aksi demontrasi dari dalam negeri yang dipimpin oleh Juan Guaido dan tentunya lansung didukung oleh Presiden Trump, yang mengatakan bahwa Juan Guaido adalah Presiden Sementara Venezuela.

Dukungan atas seruan mundur Nicolas Guaido tidak hanya dari teriakan Guaido dan Trump, tetapi sejumlah negara tetangganya, ikut mendukung seruan ini, termasuk Brazil , Kolombia bahkan Canada. Keadaan yang tidak menguntungkan ini tentunya direspon oleh Presiden Venezuela Maduro dengan memberikan waktu 72 jam untuk para diplomat Amerika Serikat untuk meninggalkan Venezuela dan ini berarti pemutusan hubungan diplomatic di kedua negara tersebut.

Venezuela adalah negara yang mendapat pemasukan dari penjualan minyak mentah, sehingga disaat harga minyak melambung tinggi, maka negara tersebut sangat kaya, tetapi karena tingginya tingkat korupsi, maka disaat harga minyak jatuh, maka pemerintahannya tidak dapat membuat kebijakan ekonomi dan moneter nya menjadi stabil.

Tingkat inflasi yang sangat tinggi atau lebih dikenal dengan Hiperinflasi telah membuat rakyat Venezuela menjadi sangat miskin ditengah cadangan minyak yang melimpah. Laju tingkat inflasi negara tersebut mencapai 1.300.000% dan tentunya ini membuat banyak rakyat Venezuela yang berkualitas, mulai keluar dari negara yang mempunyai harga tissue diatas 3 juta Bolivar dan harga daging ayam diatas 15 juta Bolivar.

Dengan melihat fenomena diatas, maka pertumbuhan ekonomi global kembali diiputi oleh awan gelap, dimana dengan krisis di Venezuela, dapat membuat harga minyak dunia kembali meningkat setelah Iran mendapat sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.

Dengan melihat pengusiran diplomat Amerika oleh Presiden Maduro, maka dalam waktu dekat Presiden Trump di sinyalir akan memberikan sanksi ekonomi terhadap Venezuela, dan tentunya ini akan membuat penurunan out put minyak dunia dan akan membawa mata uang USDCAD ke level 1.3260 dengan koreksi maksimal ke level 1.3382

USDCAD Timeframe Daily

USDCADDaily 24 jan.png

 

 

Reza Aswin

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.